Heboh Sungai Barito Mengering Seperti Gurun Pasir, Ini Kata Menteri PU

2 Min Read
Steel arch/Truss bridge spanning a dry, sandy riverbed with concrete supports in the distance
Kondisi Sungai Barito di Kalimantan Tengah nampak mengering. (Foto: Instagram @borneosocial)

Mabur.co – Kondisi Sungai Barito di sekitar Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, viral di berbagai media sosial. 

Dalam video yang beredar di sejumlah media sosial, badan sungai tampak mengering layaknya gurun pasir.

Tak Mengering Keseluruhan

Namun, Kementerian Pekerjaan Umum memastikan kondisi tersebut tidak berarti Sungai Barito mengering secara keseluruhan.

Berdasarkan pemantauan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III muka dan debit air Sungai Barito memang mengalami penurunan akibat musim kemarau. Hal itu membuat sejumlah bagian sungai memunculkan hamparan pasir yang cukup luas. 

Meski demikian, alur utama Sungai Barito masih dialiri air dengan lebar sekitar 100 meter dan tetap dapat dilalui kapal maupun perahu.

Dilansir Antara, Sabtu (22/8/2026), Kepala BWS Kalimantan III, Sandi Eriyanto menjelaskan, hamparan pasir yang terlihat dalam video merupakan bagian sungai yang tidak teraliri air karena penurunan muka air.

Video tersebut diambil dari atas Jembatan Kalahien. Dari sudut tersebut, hamparan gosong terlihat sangat luas sehingga memberikan kesan seolah-olah seluruh badan Sungai Barito mengering.

Tetap Berfungsi sebagai Jalur Transportasi

“Namun, ketika dilakukan pemantauan langsung, masih terlihat alur utama sungai yang berair dan tetap berfungsi sebagai jalur transportasi sungai,” kata Sandi.

Kementerian PU melalui BWS Kalimantan III hingga saat ini masih terus memantau kondisi muka air dan alur Sungai Barito, terutama selama musim kemarau.

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan pemerintah perlu memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menyiapkan langkah jangka panjang menghadapi kondisi kekeringan.

“Air merupakan fondasi penting bagi kehidupan dan pembangunan. Karena itu, ketika terjadi kekeringan, pemerintah harus bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat lebih tangguh menghadapi kekeringan,” ujarnya.

Kementerian PU sendiri mengimbau masyarakat agar tidak menyimpulkan kondisi Sungai Barito hanya berdasarkan dokumentasi dari satu sudut pengambilan gambar saja.

Pasalnya penurunan muka air dan munculnya hamparan pasir merupakan kondisi yang dapat terjadi di sejumlah bagian sungai saat musim kemarau.

TAGGED:
Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar