Petani Bisa ke Luar Negeri? Pertanian Modern Tak Sekadar Aktivitas Sambilan

2 Min Read
Two farmers wearing wide-brim hats work knee-deep in a flooded rice paddy, with green shoots and distant hills in the background.
Pertanian modern bukan lagi sekadar aktivitas sambilan, melainkan sebuah bisnis yang kompetitif. (Ilustrasi Foto: Istimewa)

Mabur.co-  Presiden Prabowo Subianto mengaku, saat ini banyak petani  yang bisa berlibur ke luar negeri. Prabowo senang, karena petani kini sejahtera.

“Saya dapat laporan sekarang sudah banyak petani yang libur ke luar negeri, nggak apa-apa, libur boleh. Kapan lagi petani libur ke luar negeri? Karena kita akan buat petani, nelayan, buruh, makmur,” ujar Prabowo, dilansir Antara, Selasa (14/7/2026)

Prabowo menegaskan, pemerintahannya ingin desa bangkit. Sehingga, perputaran ekonomi bisa berjalan dari desa, kecamatan hingga kabupaten.

“Dan uangnya akan tinggal di desa, di kecamatan, di kabupaten. Kita akan balikkan, kalau selama ini kekayaan rakyat Indonesia disedot, kita kembalikan sekarang, ekonomi akan turun ke rakyat,” katanya.

Bisnis yang Kompetitif

Sementara itu, petani milenial Sleman, Isnaini Baroroh, mengatakan, pertanian modern bukan lagi sekadar aktivitas sambilan, melainkan sebuah bisnis yang kompetitif.

“Jika ada petani yang bisa ke luar negeri, biasanya itu bukanlah sekadar liburan, melainkan perjalanan studi banding atau benchmarking,” ucapnya, Selasa (14/7/2026).

Isnaini mengatakan, para petani modern di bidang pertanian perlu melihat langsung teknologi di negara maju.

”Standar kualitas produk mereka hingga bagaimana rantai pasok mereka bekerja. Ini adalah investasi untuk membawa ilmu tersebut kembali ke sini agar pertanian kita bisa lebih maju, atau usaha di bidang pertanian lebih efisien dan berpenghasilan maksimal,” katanya.

Menciptakan Ekosistem Petani Lain Sukses

Menurut Isnaini, tantangan yang sebenarnya bukan pada petani yang sudah sukses. Melainkan bagaimana menciptakan ekosistem agar petani lain memiliki akses dan kesempatan yang sama untuk maju dan meraih kesejahteraan.

Kondisi sektor pertanian Indonesia di pertengahan tahun 2026 ini berada dalam fase transformasi yang krusial.

“Secara makro, sektor ini tetap menjadi fondasi ekonomi nasional, namun polanya bergeser dari sekadar produksi konvensional menuju sistem yang lebih modern. Berbasis data dan terintegrasi dengan hilirisasi, maka dengan tantangan tersebut petani kita saat ini dipaksa untuk terus inspiratif dan solutif,” katanya.

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar