Pentingnya Menyiapkan Mental Anak Saat Hari Pertama Sekolah

3 Min Read
Group of children in uniforms with backpacks outside a school, adults nearby awaiting drop-off.
Ilustrasi. Orang tua mengantarkan anak saat hari pertama masuk sekolah. (Foto: Sekretariat Kabinet)

Mabur.co – Hari Senin ini (13/7/2026) merupakan hari pertama masuk sekolah untuk tahun ajaran 2026-2027.

Dalam setiap tradisi hari pertama masuk sekolah, terutama bagi mereka yang baru saja lulus dari jenjang sekolah lama menuju ke sekolah baru, selalu ada sesuatu yang harus dipersiapkan terlebih dahulu.

Bisa saja menyangkut pembelian seragam sekolah, pembelian alat-alat tulis, pembayaran registrasi ulang, pengenalan lingkungan, pengenalan (calon) teman-teman baru, dan seterusnya.

Proses transisi itu diiringi dengan program orientasi yang disebut MOS (Masa Orientasi Siswa), atau kini diganti menjadi MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah).

Figur Sentral Orang Tua

Peran orang tua pun tidak bisa dilepaskan dari masa-masa transisi semacam ini, karena anak membutuhkan figur sentral orang tua, sebagai sosok yang menjaga mereka dari segala hal yang merugikan selama di sekolah maupun di luar sekolah.

Adapun salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan orang tua adalah soal mental dan psikologis. Kedua hal ini mungkin tidak benar-benar terlihat secara kasat mata.

Namun pengaruhnya akan sangat besar bagi sang buah hati, ketika memasuki hari pertama di sekolah barunya, sekaligus lingkungan barunya selama beberapa tahun ke depan.

Seperti yang diungkapkan oleh seniman asal Bantul, Tedi Kusyairi. Menurutnya, peran orang tua dalam aspek mental dan psikologis sangatlah penting ketika mempersiapkan anaknya memasuki sekolah baru di tahun ajaran baru seperti saat ini.

“Yang pasti kita (sebagai orang tua) harus nge-brief pemikiran dia (anak), karena akan berbeda tahapan awal masuk sekolah (ketimbang sekolah sebelumnya). Jadi biar dia tidak kagetlah, seperti itu,” ucap Tedi Kusyairi saat dihubungi, Senin (13/7/2026).

Observasi Lingkungan Baru

Selain itu, bapak satu anak ini juga menyoroti krusialnya observasi lingkungan baru yang akan dihadapi oleh sang anak selama beberapa tahun ke depan, sehingga ia setidaknya sudah mengantisipasi semua tempat yang akan dikunjungi, dan siapa saja orang yang akan ditemui, selama menempuh pendidikan di sekolah baru tersebut.

“Dia (anak) juga perlu diajak melihat-lihat, observasi tempat (sekolah yang baru), observasi teman, dan seterusnya, kayak gitu,” tambah peraih Anugerah Kebudayaan Bantul 2023 tersebut.

Meski demikian, Tedi menekankan agar pembekalan yang diberikan orang tua juga tidak perlu terlalu detail. Karena nantinya sang anak jugalah yang akan menghadapi semuanya seorang diri.

Selain itu, segala sesuatu (yang akan terjadi ke depan) juga belum tentu sesuai dengan hasil observasi di awal. Sehingga ada baiknya untuk tetap memberikan keleluasaan bagi anak untuk mengeksplorasi dunia barunya sendiri, tanpa campur tangan dari siapa pun, dan seterusnya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar