Mabur.co — Jelang aksi demo di depan gedung DPR RI, rumah keluarga salah satu aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mendapat teror.
Rumah aktivis berinisial S yang berada di Desa Kajar, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati itu diketahui rusak setelah menjadi sasaran penembakan orang tak dikenal.
Dilansir BeritaSatu, aksi teror berupa penembakan itu terjadi pada Senin (24/8/2026) malam dan baru diketahui pada Selasa (25/8/2026) pagi.
Teror Penembakan dan Ancaman WA
Selain penembakan, keluarga aktivis berinisial S juga menerima teror berupa ancaman melalui pesan WhatsApp.
Istri aktivis S, Sri Suryati menyebut kaca jendela rumahnya berlubang dan retak usai dihantam benda diduga peluru. Usai dicek ia juga mengaku menemukan empat butir benda yang diduga peluru di dalam rumah.
“Waktu saya ngantar sayur kan, loh kok bolong pintunya, anak saya enggak ngerti. Tahunya pagi hari, terus saya nyapu rumah dapat ini peluru gotri atau apa ini di dalam,” katanya.
Saat peristiwa teror itu terjadi, S disebut sudah berada di Jakarta bersama rombongan Supriyono alias Botok, koordinator AMPB. S berangkat sebagai sopir rombongan untuk mengikuti aksi demonstrasi di depan Gedung DPR.
Sebelum rumahnya dirusak, Sri juga mengaku menerima teror berupa pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal.
Pesan itu meminta dirinya menghapus unggahan terkait pergerakan AMPB di Jakarta dengan ancaman akan menangkap Sri jika unggahan itu tidak dihapus.
Video unggahan yang dimaksud merupakan rekaman pengawalan rombongan AMPB saat berada di Jakarta. Video tersebut diketahui dikirim oleh suaminya S.
Meski khawatir, Sri sendiri diketahui belum melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian. Namun ia menduga teror ini berkaitan dengan aktivitas suaminya yang ikut dalam rombongan demo di Jakarta.
Dihubungi terpisah, Kapolsek Trangkil, AKP Suntoro mengatakan, pihaknya masih melakukan pengecekan di lokasi untuk memastikan kejadian tersebut.
Polisi mengaku masih akan mendalami kasus ini dengan memeriksa TKP serta keterangan pada saksi.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai pelaku, motif, maupun apakah dugaan penembakan tersebut berkaitan dengan aktivitas AMPB dan rencana aksi di Gedung DPR pada 27 Agustus.
