Polisi Thailand: Pelaku Penembakan Brutal di Sekolah Masih Kelas 3 SMP

3 Min Read
Two people standing close together inside a glass-walled hallway, one wearing a purple shirt, looking down at a phone.
Foto Pelaku penembakan di sekolah Debsirin Nonthaburi Thailand (Foto: Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Boonwipa via Vietnam.vn)

Mabur.co – Pihak kepolisian Thailand mengungkap tragedi penembakan massal yang mengguncang Sekolah Debsirin, Provinsi Nonthaburi, Thailand,, Jumat (7/8/2026). 

Pelaku belakangan diketahui merupakan seorang siswa laki-laki berusia 14 tahun yang masih duduk di bangku kelas 9 atau kelas 3 SMP.

Tembakkan Senjata ke Tubuh Sendiri

Dikutip dari BBC, Sabtu (8/8/2026) pelaku diduga menembak sedikitnya lima guru dan sejumlah siswa di lingkungan sekolah, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya dengan menembakkan senjata ke dirinya sendiri. 

Polisi Thailand juga menduga pelaku telah membunuh kakek dan neneknya di rumah, sebelum melakukan aksi brutalnya di sekolah.

Akibat kejadian tersebut, sedikitnya tujuh orang meninggal dunia, yakni lima guru, kakek dan nenek pelaku. Sementara sedikitnya 15 orang lainnya mengalami luka-luka dimana dua korban dilaporkan dalam kondisi kritis.

Menurut kepolisian, senjata yang digunakan pelaku untuk melakukan aski penembakan itu adalah pistol kaliber 9 milimeter. Pistol itu didapat pelaku dari kakeknya yang berprofesi sebagai guru.

Anak Baik dan Berprestasi

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku dikenal sebagai siswa yang berprestasi secara akademik dan tidak memiliki riwayat perilaku agresif. Seorang guru bahkan menyebutnya sebagai “anak yang baik”.

Tak heran aksi itu pun mengejutkan banyak pihak dan membuat publik bertanya-tanya apa motif sebenarnya pelaku nekat melakukan kekerasan tersebut. 

Meski begitu, Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand, Polapee Suwanchawee, mengatakan polisi telah menemukan secuil indikasi terkait kebiasaan pelaku. 

Gemar Main Game

Polisi menyebut pelaku diketahui sangat gemar bermain game. Hal itu didapat berdasarkan barang bukti yang ditemukan di rumah pelaku. Meski begitu  pihak kepolisian masih terus melakukan proses penyelidikan mengenai motif penembakan tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian menyimpulkan dugaan awal bahwa pelaku sengaja mentargetkan para guru. Dimana aksi penembakan dilakukan sekitar satu jam sebelum pelaku mengakhiri hidupnya di area sekolah.

Video yang beredar memperlihatkan guru dan staf sekolah berusaha mengevakuasi siswa dari ruang kelas, sementara aparat kepolisian menyisir lokasi untuk mengamankan situasi.

Tragedi ini menimbulkan keprihatinan besar bagi masyarakat Thailand, mengingat ini merupakan penembakan di sekolah kali kedua yang terjadi di negeri Gajah Putih sepanjang 2026. 

Sebelumnya, pada Februari lalu, seorang kepala sekolah dan seorang siswi juga dilaporkan tewas dalam insiden penyanderaan di sebuah sekolah di Thailand selatan.

Rentetan peristiwa penembakan ini pun kembali memicu sorotan terhadap tingginya kepemilikan senjata api di Thailand.

Bagaimana senjata api masih relatif mudah diperoleh, baik secara legal maupun ilegal.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar