Mabur.co – POLGOV dan Social Movement Institute (SMI) dari Fisipol UGM resmi me-launching festival film dokumenter bertajuk “Jalan Pedang” yang diproduksi oleh Watchdoc, dan disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono, yang juga Sutradara dari film “Pesta Babi”, yang turut menuai kontroversi akhir-akhir ini, bahkan terpaksa diamankan oleh sejumlah aparat keamanan di berbagai daerah.
Prosesi launching film ini dilaksanakan bersamaan dengan Konferensi “Bangkitnya Kekuatan Politik Anak Muda”. Keduanya berlangsung di Selasar Barat Fisipol UGM, Selasa (19/5/2026).
Film ini menceritakan beberapa peristiwa kelam yang pernah terjadi di tanah air, kaitannya dengan kekejaman rezim penguasa dari waktu ke waktu, mulai dari peristiwa PKI tahun 1965, Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta) tahun 1957, DI TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) tahun 1948, dan masih banyak lagi.
Peristiwa Kelam
Meskipun semua peristiwa kelam tersebut sudah berlalu, nyatanya peristiwa kelam serupa masih terjadi di era modern seperti saat ini, di mana rezim pemerintahan Prabowo-Gibran seolah-olah hendak mengembalikan Indonesia ke bentuk demokrasi yang “khas Indonesia”, serta membawa Indonesia flash back ke zaman orde baru (versi modern), yang sarat dengan otoritarisme penguasa, keterlibatan militer di ruang-ruang sipil, rezim menguasai seluruh kekayaan alam untuk dinikmati pribadi dan golongannya sendiri, pemerintahan yang antikritik, dan lain sebagainya.
Bahkan yang tidak kalah jahatnya, rezim saat ini juga berusaha mengaburkan fakta sejarah, dengan meniadakan peristiwa-peristiwa kelam seperti yang telah disebutkan sebelumnya, agar dianggap void (tidak pernah ada sama sekali), dan menciptakan narasi bahwa sejarah Indonesia yang sesungguhnya adalah Indonesia yang baik-baik saja, selalu indah, selalu menarik bagi dunia luar, dan seterusnya.
Hal itulah yang kemudian memantik Dandhy, Watchdoc, serta sekumpulan anak muda lainnya, untuk kembali menyadarkan publik, khususnya generasi muda, bahwa sejarah Indonesia (kekejaman penguasa) sejak masa kemerdekaan pun tidak pernah baik-baik saja, dan itu masih terus terjadi bahkan sampai hari ini, melalui rezim yang dipimpin oleh Prabowo Subianto beserta “antek-anteknya”.
Kekuatan Politik Anak Muda
Menurut Nuh Izzul Haq, Ketua Panitia Penyelenggara Konferensi “Bangkitnya Kekuatan Politik Anak Muda”, film ini dapat menjadi refleksi bagi para generasi muda, untuk dielaborasikan dengan kondisi yang terjadi saat ini, yang tentunya juga akan menjadi “sejarah kelam” berikutnya di masa mendatang.
“Melalui film ‘Jalan Pedang’ ini, para generasi muda bisa mempelajari dan merefleksikan berbagai peristiwa kelam dalam sejarah masa lalu, dan mengaitkannya dengan apa yang terjadi saat ini. Karena menurut Hannah Arendt (filsuf politik asal Jerman tahun 90-an), ‘bangsa yang tidak ingat dengan sejarah masa lalunya, maka dia akan dihukum oleh masa depan’, seperti itu,” tutur Jule, panggilan akrabnya, kepada Mabur.co, Selasa (19/5/2026).
Rencananya film ‘Jalan Pedang’ ini akan mengikuti pola yang sama seperti ‘Pesta Babi’, dengan memutarkannya di lokasi-lokasi tertentu (berupa nobar – nonton bareng), dan didiskusikan oleh para audiens di dalamnya, sebagai sarana pendidikan politik dan pengenalan sejarah masa lalu (kelam) yang pernah dialami bangsa ini.
“Kita akan memutarkan film ‘Jalan Pedang’ ini ke berbagai macam wilayah, lokasi, kampus, dan seterusnya, tetapi mungkin tidak sefleksibel atau sebebas ‘Pesta Babi’, tapi kurang lebih metodenya akan mirip seperti itu (pemutaran ‘Pesta Babi’ di berbagai daerah),” tambah Jule.
Jule dan pihak POLGOV serta SMI pun mengaku siap, jika di kemudian hari akan ada aparat keamanan yang tiba-tiba melakukan “interupsi” di tengah-tengah pemutaran film ‘Jalan Pedang’ ini. Karena pihaknya berkomitmen akan terus melawan kekejaman penguasa beserta jaringan di dalamnya (termasuk aparat keamanan), sehingga mampu menciptakan ruang berekspresi dan berpendapat yang seluas-luasnya, serta mengembalikan “ruh Indonesia” dalam wujud reformasi yang sesungguhnya, bukan lagi reformasi yang sifatnya semu apalagi hanya omon-omon (textbook) belaka.
Bagi masyarakat di daerah atau dimanapun yang hendak menyaksikan film ‘Jalan Pedang’ ini, dan mempelajari sejarah kelam bangsa Indonesia di masa lalu, bisa menghubungi akun media sosial POLGOV atau SMI Fisipol UGM. (*)




