Mabur.co – Mantan Wakil presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) kembali menunjukkan kegeramannya saat ikut dikait-kaitkan dalam kasus ijazah mantan Presiden Joko Widodo.
Alih-alih membantah dugaan keterlibatan tersebut, JK justru mengungkit-ungkit kembali jasanya kepada sang presiden ke-7, dengan menyatakan bahwa dialah yang berjasa membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta, untuk mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta (2012), sampai kemudian JK sendiri ikut mencalonkan diri sebagai wakil presiden dari Jokowi, dalam kontestasi Pemilu 2014.
“Siapa yang membawa Jokowi ke Jakarta (dari Solo)? Saya yang bawa Jokowi ke Jakarta, untuk jadi gubernur. Apa kurangnya saya coba? Kasih tahu semua ‘termul-termul’ itu. Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa gubernur, mana bisa jadi presiden,” ungkap JK sebagaimana dilansir dari kanal Official iNews, Sabtu (18/4/2026).
JK menambahkan, saat itu ia sempat melarang Jokowi untuk maju sebagai presiden pada Pemilu 2014, karena dianggap belum cukup pengalaman di tingkat daerah.
Sebab Jokowi tidak benar-benar menyelesaikan masa jabatannya sebagai Walikota Solo (seharusnya selesai 2015), serta sebagai Gubernur DKI Jakarta (seharusnya selesai 2017), lantaran ia “naik level” dan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2014, dan terpilih menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono.
“Saya bilanglah waktu itu, ‘Eh belum cukup pengalaman (untuk jadi presiden). Jangan, nanti rusak negeri ini. Lalu Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri) kasih tahu saya. Dia tidak mau tekken (pencalonan Jokowi sebagai presiden) kalau saya tidak jadi wakilnya (dalam kontestasi Pemilu 2014). Kenapa Bu? Karena Pak JK yang paling berpengalaman. Bimbinglah dia‘,” kenang JK kepada awak media.
JK pun menegaskan bahwa pencalonannya sebagai Cawapres pada 2014 lalu, bukanlah murni hasil keputusannya sendiri, melainkan lebih kepada saran dari Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDI-Perjuangan, partai yang mengusung Jokowi) yang menginginkan JK untuk mendampingi Jokowi dengan menjadi Wapres.
Sehingga kekhawatiran soal “kerusakan negara” yang sempat disuarakan JK, bisa ditepis langsung oleh orang yang bersangkutan. (*)



