Bungker Bekas Peninggalan Tentara Jepang Ini Ceritakan Kisah Getir Masa Lalu

1 Min Read
Open concrete stairwell downward with a low ceiling and a sign that reads Keep Your Head / Harap Kepala Menunduk, warning to duck as you descend
Sebuah bungker bekas peninggalan tentara Jepang. Bungker tersebut tepat berada di Museum TNI AD Dharma Wiratama yang juga merupakan bangunan bersejarah. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Mungkin sebagian orang belum mengetahui bahwa di tengah Kota Yogyakarta antara jalan Jenderal Sudirman dan jalan Oerip Soemohardjo terdapat sebuah bungker bekas peninggalan tentara Jepang.

Bungker tersebut tepat berada di Museum TNI AD Dharma Wiratama yang juga merupakan bangunan bersejarah, bekas Markas Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pertama, tempat Jenderal Besar Sudirman bertugas.

Kondisi dalam bungker bekas peninggalan tentara Jepang. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Masih Utuh dan Asli

Kepala Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama, Kapten CAJ (K) Yanti Murdiani, menuturkan, kondisi bungker tersebut masih utuh dan asli.

“Bungker Jepang ini dibangun antara 1942-1945 oleh serdadu Jepang, untuk digunakan sebagai tempat persembunyian jika sewaktu-waktu diserang pesawat tempur tentara Sekutu,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026).

Nilai Sejarah Tak Ada Duanya

Yanti mengatakan, ukuran bungker panjangnya kira-kira 20 barisan serdadu Jepang, lebarnya tiga bahu orang dewasa dengan lubang pintu masuk sangat kecil. Hanya bisa dilewati satu orang.

“Bungker ini sengaja kita lestarikan karena memiliki nilai sejarah yang tidak ada duanya, apalagi lokasinya yang berada di tengah kota, ini mungkin satu-satunya.

Semuanya masih asli dari tangganya hingga ruangan sempit seperti itu. Kami hanya tambahkan foto-foto suasana bungker, serta pegangan tangga keluarnya, ini untuk memudahkan saja,” ujarnya. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar