Insiden Erupsi, Pemerintah Perketat Aktivitas Wisata di Kawasan Gunung Berapi 

2 Min Read
Wisatawan berfoto di dekat kawah Gunung Berapi. (Foto: Facebook)

Mabur.co – Pemerintah RI dilaporkan akan memperketat pengawasan aktivitas wisata di kawasan gunung berapi aktif menyusul adanya insiden erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, yang menelan korban jiwa, beberapa waktu lalu.  

Dalam insiden itu sebanyak 2 WN Singapura dan 1 WNI tewas usai terjebak saat sedang berwisata di kawasan Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara. Sementara 17 lainnya berhasil selamat setelah dievakuasi. 

Langkah pemerintah untuk memperketat pengawasan aktivitas wisata ini dilakukan guna memastikan keselamatan wisatawan dan mencegah terulangnya pelanggaran zona berbahaya di kawasan rawan bencana.

Pengawasan Menjadi Prioritas Utama

Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa penguatan pengawasan menjadi prioritas utama, terutama melalui koordinasi lintas lembaga yang terlibat dalam penanganan kebencanaan dan keselamatan wisata.

“Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan koordinasi dengan BASARNAS dan tim SAR berjalan cepat,” ujar pernyataan Kementerian Pariwisata sebagaimana dikutip Antara, Jumat (5/6/2026).

Selain memperkuat koordinasi dengan tim penyelamat, pemerintah dilaporkan juga akan bekerja sama dengan pengelola destinasi wisata alam untuk memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk jalur pendakian gunung berapi. 

Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada wisatawan maupun pendaki yang nekat memasuki kawasan berbahaya saat status gunung berada pada level waspada maupun siaga.

Pengawasan tidak hanya ditujukan kepada wisatawan, tetapi juga kepada para pelaku wisata. Kementerian Pariwisata bahkan berencana melakukan audit terhadap pemandu wisata untuk memastikan mereka menjalankan prosedur keselamatan secara ketat. 

Pihak kementerian terkait menyebutkan, tragedi yang terjadi di Gunung Dukono menjadi peringatan serius bagi seluruh pelaku industri pariwisata.

Pemerintah menilai pelanggaran terhadap batas aman kawasan gunung api aktif merupakan tindakan yang berisiko tinggi dan dapat berujung fatal.

“Ini adalah tragedi besar bagi dunia pariwisata kita. Kami sangat menyayangkan terjadinya pelanggaran zona bahaya. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran pahit yang terakhir bagi seluruh pelaku wisata.” ujar pernyataan tersebut. 

Kementerian Pariwisata juga sejalan dengan pandangan Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) yang menegaskan bahwa upaya menerobos zona berbahaya di sekitar gunung api aktif merupakan tindakan berisiko tinggi yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment