Pendaki asal Bogor Meninggal Dunia di Jalur Selo Gunung Merbabu, Diduga Serangan Jantung

3 Min Read
Sunlit green hillside with a narrow rocky trail winding up the ridge under a blue sky.
Jalur pendakian Gunung Merbabu. (Foto: Pinterest)

Mabur.co – Seorang pendaki asal Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Merbabu melalui jalur Selo, Kabupaten Boyolali, Sabtu (18/7/2026).

Korban diduga mengalami serangan jantung setelah mengeluhkan kondisi tubuhnya tidak sehat.

Korban diketahui bernama Adityo Rahmat Eko Prayudi (38), seorang karyawan swasta. Ia mendaki secara resmi bersama rombongan menggunakan kode booking F502D2 dan telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi pendakian.

Berdasarkan keterangan Balai Taman Nasional (TN) Gunung Merbabu, rombongan melakukan proses check-in di Pos Pelayanan Pendakian Selo sekitar pukul 10.12 WIB.

Badan Kurang Fit

Namun, saat perjalanan menuju puncak, korban mengeluhkan kondisi badannya yang kurang fit. Setelah mencapai sekitar Pos Bayangan 1, korban memutuskan tidak melanjutkan pendakian dan memilih kembali turun menuju Pos Pelayanan Pendakian.

Korban tiba kembali di Pos Pelayanan Pendakian sekitar pukul 11.30 WIB sebelum menuju basecamp untuk beristirahat. Tidak lama berselang, tepatnya pukul 11.58 WIB, korban tiba-tiba terjatuh di depan basecamp dan tidak sadarkan diri.

Petugas Balai TN Gunung Merbabu bersama personel Polsek Selo, KPA Ranger Merbabu, serta tenaga medis yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Selo.

Meski telah mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di Puskesmas Selo, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.55 WIB.

Henti Jantung

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TN Gunung Merbabu, Dr. Nurpana Sulaksono, selaku penanggung jawab informasi, menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan tim medis, korban diduga meninggal akibat henti jantung dengan dugaan serangan jantung.

“Petugas Balai TN Gunung Merbabu bersama unsur kepolisian, relawan KPA Ranger Merbabu, dan tenaga medis telah bergerak cepat melakukan penanganan serta evakuasi korban menuju Puskesmas Selo. Namun berdasarkan pemeriksaan dokter, korban dinyatakan meninggal dunia akibat henti jantung dengan dugaan serangan jantung,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (18/7/2026).

Setelah seluruh proses administrasi dan penanganan selesai, jenazah diberangkatkan dari RSUD Pandan Arang Boyolali sekitar pukul 18.40 WIB menuju Kabupaten Bogor untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Balai TN Gunung Merbabu turut menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Pihaknya juga mengingatkan seluruh calon pendaki agar selalu mengutamakan keselamatan dengan mematuhi standar operasional pendakian serta memastikan kondisi kesehatan sebelum memulai aktivitas di gunung.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar selalu mematuhi SOP pendakian, mengutamakan keselamatan, serta memastikan kondisi kesehatan sebelum melakukan aktivitas pendakian,” kata Nurpana.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar