Logo for Mabir: teal wordmark with stylized letters and a paper airplane trailing from the R (top-right).
  • Beranda
  • Masyarakat
  • Arsitektur
  • Budaya
  • Usaha
  • Rekreasi
Mabur.coMabur.co
  • Beranda
  • Masyarakat
  • Arsitektur
  • Budaya
  • Usaha
  • Rekreasi
©2026 Mabur.co
AgendaDestinasiRekreasi

Jejak Kapuang Jawa-Yogya di Pamboang Sulbar

Last updated: September 19, 2026 6:40 pm
Bustan Basir Maras
Published: September 19, 2026
3 Min Read
Kompleks Makam Suryodilogo. Foto: TPM Stain Majene
SHARE
0
Flipboard
Google News

Di kerendahan kaki bukit Desa Lalampanua, Kecamatan Pamboang, sekitar 20 KM dari Kota Majene, terbaring makam seorang panglima Mataram-Yogya yang memilih jadi penyebar Islam: Raden Mas Suryodilogo. Ia bukan orang biasa.

“Raden Mas Suryo Adilogo adalah panglima perang Kerajaan Mataram Islam pada masa kepemimpinan Sultan Agung. Kedatangannya ke Mandar diduga sedang menempuh jalan salikh atau menyepi setelah merasa gagal dalam mengusir penjajah Belanda di Batavia pada 1628-1629,” tulis Jurnal Al-Qalam UIN Alauddin-Makassar.

Rectangular tiled trough under construction on a stone surface, with white ceramic tiles lining the edges.
Makam R.M. Suryodilogo (Foto: BalarSulsel)

Ia datang ke Mandar-Sulbar bersama gurunya Sayyid Zakaria, berlabuh dari Gresik langsung ke Pamboang sekitar tahun 1608-1665.

Raja Pamboang saat itu, Mara’dia Pamboang, tertarik dengan gerakan salat yang diperlihatkan keduanya, lalu masuk Islam dan digelari Tomatindo di Agamana. Dari sinilah Islam masuk Pitu Baqbana Binanga, pesisir Mandar, Sulbar, sekarang.

Diapit Pohon Beringin dan Asam Besar

Makamnya di Galung-galung, sederhana, diapit pohon beringin dan asam besar, mirip makam Raja Todilaling yang teduh dan sejuk.

Meski sekarang dilakukan pemangkasan untuk menjaga kondisi makam tetap utuh, peziarah harus menyusuri jalan setapak dari jalan Trans Sulawesi, melewati beberapa perkebunan warga sebelum akhirnya sampai di kompleks pemakaman sejumlah tokoh adat Pamboang. Di sana pulalah makam Raden Suryodilogo dibaringkan.

“Kalau tidak ziarah ke makam Kapuang Jawa (R.M. Surodilogo), rasanya belum afdol pulang Maulid. Anak-anak kami selalu diajari, Islam di sini dibawa orang Jawa,” kata seorang warga Pamboang yang ditemui di lokasi.

“Kuncen di sini bilang, jangan bicara keras di area makam. Banyak yang kesurupan kalau tidak sopan,” tutur juru kunci makam, menirukan larangan yang juga berlaku di makam raja-raja Mandar seperti dicatat Scribd tentang Situs Sejarah Makam Raja Todilaling.

Tradisi Resmi Pemda

Kegiatan ziarah makam ulama memang tradisi resmi Pemda. “Kegiatan ziarah ini merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama, tokoh penyebar agama Islam,” kata Kadis Pariwisata Sulbar, Bau Akram Dai, saat ziarah makam ulama di Majene, seperti dikutip Garudapos.id.

“Penyebaran Islam dari Pamboang tergolong cepat diterima karena raja permisif, namun perkembangannya lambat karena pengaruh kepercayaan lama,” jelas sejarawan Abd. Shadiq Kawu, peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar pada Jurnal Al-Qalam Vol. 17 No. 2 Desember 2011. ***

TAGGED: Bataviasuryodilogo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Bustan Basir Maras
PENULIS
Sastrawan, Antropolog.
Avatar photo
Satmoko Budi Santoso
EDITOR
Pemimpin redaksi mabur.co
Previous Article Equestrian performer in a patterned red outfit rides a white horse, leaning forward with a lasso during a crowded event. Festival Olahraga Tradisional Terbesar di Dunia Segera Digelar di Riyadh, Pengunjung Boleh Mencoba!
Next Article Line of motorcyclists on a city street, wearing helmets, with a woman in a purple hijab riding a scooter at the foreground. Antrean BBM di Sulselbar Mengular, Solar Jadi Barang Mewah
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Get Insider Tips and Tricks in Our Newsletter!

Join our community of subscribers who are gaining a competitive edge through the latest trends, innovative strategies, and insider information!
  • Stay up to date with the latest trends and advancements in AI chat technology with our exclusive news and insights
  • Other resources that will help you save time and boost your productivity.

Terkini

Hand holding a 1,000 Rupiah banknote in front of a calm lake with mountains and a boat in the distance (Indonesia)
Pulau Maitara Bertengger di Uang Seribu (Bagian 3)
September 19, 2026
Outdoor festival scene with a large stage screen reading 'Kotabaru Heritage Festival' and many colorful rickshaws and chairs on a grassy field.
Kotabaru Heritage Film Festival, Inovasi Menonton Film dari Atas Becak Listrik 
September 13, 2026
Nighttime parade scene with an ornate white horse float and performers in gold-white costumes under bright streetlights
2.000 Penampil Siap Meriahkan Karnaval Wayang Kontemporer WJNC 2026 di Malioboro 
September 12, 2026
Volcano erupting with white smoke plumes, charred forest on the slope and a blue sky above.
Gunung Lewotolo dan Gunung Lewotobi, Pesona Gunung Api Indah di Dataran NTT
September 7, 2026
Volcano spewing smoke into a clear blue sky, with dry shrubs in the foreground.]],[
Gunung Merapi, Keindahan Alam dalam Selubung Mitos Mistis
September 7, 2026
Distant volcano erupting with a plume rising above a layer of clouds over a flat landscape below.
Semeru Semburkan Abu 1000 Meter, Gunung ke-6 yang Alami Erupsi Bersamaan
September 6, 2026

Baca Juga

Historical reenactment: soldiers in white uniforms with plumed hats performing on a stage, carrying a white flag with a red star.
Adat IstiadatBudaya

Di Balik Tombak dan Blangkon Hitam: Jejak Bugis-Makassar di Jantung Keraton

Bustan Basir Maras
September 19, 2026
3 Min Read
Line of motorcyclists on a city street, wearing helmets, with a woman in a purple hijab riding a scooter at the foreground.
EkonomiMasyarakat

Antrean BBM di Sulselbar Mengular, Solar Jadi Barang Mewah

Tim Liputan Mabur
September 19, 2026
2 Min Read
Equestrian performer in a patterned red outfit rides a white horse, leaning forward with a lasso during a crowded event.
Mondial

Festival Olahraga Tradisional Terbesar di Dunia Segera Digelar di Riyadh, Pengunjung Boleh Mencoba!

JH Kusmargana
September 19, 2026
2 Min Read
Man sitting beside a stone monkey statue by a waterway at sunset, holding a drink with a bowl of fruit nearby.
BudayaMondialSejarah

Tolak Rp1,3 Miliar, Duong Dinh Luc Pilih Serahkan Patung Kuno 1000 Tahun untuk Negara

JH Kusmargana
September 19, 2026
2 Min Read
Logo for Mabir: teal wordmark with stylized letters and a paper airplane trailing from the R (top-right).

Saat Cakrawala Membentang

Media Sosial
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
Kategori
  • Masyarakat
  • Arsitektur
  • Budaya
  • Usaha
  • Rekreasi
Informasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Tim Redaksi
Kategori
  • Masyarakat
  • Arsitektur
  • Budaya
  • Usaha
  • Rekreasi
Informasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Tim Redaksi
© 2026 Mabur.co