Mabur.co – Malioboro akan menjadi panggung besar pertunjukan wayang kontemporer dengan kostum dan koreografi memukau pada Oktober mendatang.
Ribuan penampil dengan beragam kostum unik daur ulang sampah akan memadati kawasan ikonik Kota Yogyakarta dalam gelaran Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026.
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, WJNC tahun ini tidak lagi dipusatkan di kawasan Tugu Yogyakarta. Karnaval akan digelar di kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer pada 7 Oktober 2026.
Dilansir kanal resmi Pemkot Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026), penyelenggaraan WJNC ke-11 ini akan mengangkat tokoh Gana Kalajaya, yakni tokoh karakter wayang yang merupakan versi pewayangan dari Dewa Ganesha.
Gana Kalajaya
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati, mengatakan, pemilihan Gana Kalajaya berkaitan dengan karakter Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan. Sehingga cocok diangkat dalam puncak peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta.
“Gana Kalajaya itu Dewa Ganesha (dalam versi wayang) yang melambangkan dewa pengetahuan, kebijaksanaan dan kecerdasan. Ini sesuai dengan brand Kota Yogyakarta juga sebagai kota pendidikan,” ujarnya.
Dijelaskan, sebanyak 14 kemantren di Kota Yogyakarta nantinya akan membawa tema masing-masing dalam karnaval. Setiap tema akan saling terhubung sehingga membentuk satu rangkaian cerita dalam pertunjukan.
Sekitar 2.000 penampil disiapkan untuk memeriahkan acara tersebut. Mereka berasal dari perwakilan 14 kemantren, penari profesional, hingga peserta dari sejumlah kabupaten dan kota.
Kepala Bidang Daya Tarik Pariwisata, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Yurnelis Piliang, mengatakan, setiap kemantren diberi ruang untuk mengembangkan kreativitas sesuai karakter masing-masing.
Namun, sesuai tema WJNC tahun ini, yakni lingkungan, setiap peserta karnaval diimbau menggunakan bahan daur ulang dan mengolahnya menjadi bagian dari kostum maupun properti pertunjukan.
Konsep ini membuat WJNC tidak hanya menampilkan kemegahan kostum dan koreografi, tetapi juga membawa pesan tentang bagaimana sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai.
“Kami juga sedang merancang tari-tarian itu terutama tarian pembuka dan penutup WJNC yang memberikan edukasi dan ajakan ke masyarakat untuk mengolah sampah dan menjaga kebersihan,” ungkapnya.
Rute Karnaval
Rencananya karnaval akan diberangkatkan dari kawasan DPRD DIY, kemudian bergerak menuju Malioboro. Para peserta akan melakukan penampilan di depan Kompleks Kepatihan sebelum pertunjukan utama berlangsung di Titik Nol Kilometer.
Jalur yang lebih panjang dipilih agar penonton tidak terkonsentrasi di satu titik seperti penyelenggaraan sebelumnya.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan pemindahan lokasi juga mempertimbangkan kenyamanan masyarakat dan wisatawan.
Pada pelaksanaan sebelumnya, kawasan Tugu Yogyakarta pernah dipadati lebih dari 40.000 penonton.
“Kita tarik lebih panjang dari teteg (rel Malioboro) sampai ke Titik Nol agar bisa dinikmati. Malioboro adalah tempat yang paling top dan interest publik,” kata Hasto.
Dengan rute baru tersebut, pertunjukan diharapkan dapat dinikmati lebih banyak orang tanpa menumpuk di satu kawasan.
Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan rekayasa lalu lintas serta kantong parkir untuk mengantisipasi kepadatan selama acara berlangsung.
