Mengenal Sate Klathak, Tusuk Sate dari Besi Jeruji Sepeda - Mabur.co

Mengenal Sate Klathak, Tusuk Sate dari Besi Jeruji Sepeda

Ada kuliner tradisional berupa sate. Di Yogyakarta nama sate klathak dikenal cukup akrab.

Sebenarnya sate klathak adalah makanan khas Kabupaten Bantul. Namun di seantero DIY tetap saja dikenal.

Dikutip dari Instagram dinaskebudayaandiy, Senin (2/3/2026) dijelaskan, sate klathak ini menggunakan bahan dasar daging kambing. Keunikannya terletak pada tusuk sate yang terbuat dari besi jeruji sepeda.

Proses memasaknya juga unik, dengan cara dibakar, dan hanya dibumbui garam. Dalam penyajiannya, setiap porsi umumnya terdiri dari 2 hingga 4 tusuk sate.

Ada kuah pendamping dengan cita rasa gurih serta aroma khas daging kambing.

Sate klathak menjadi populer dipelopori oleh Mbah Ambyah. Mbah Ambyah berasal dari Jejeran, Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul.

Usaha ini kemudian diteruskan oleh keturunannya hingga berkembang dan berpusat di sepanjang Jalan Imogiri Timur. Di sepanjang jalan ini kini terdapat sekitar 20 warung sate.

Nama “sate klathak” berasal dari bunyi “tak… tak… tak” yang muncul saat pemanggangan. Saat garam ditaburkan ke bara arang di atas tungku.

Dari bunyi inilah masyarakat mengenal sebutan khas, sate klathak. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *