Paguyuban Kate Jogja Mataram Inisiasi Kontes Ayam Kate Nasional

3 Min Read
Indoor mall atrium with multiple wire chicken cages on a red carpet, people moving around a poultry exhibit.
Ajang kontes ayam kate di salah satu mal terbesar di Yogya. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Suasana berbeda terlihat di salah satu pusat perbelanjaan di Kabupaten Sleman, Minggu (2/8/2026). Jika biasanya selasar mal dipenuhi pengunjung yang berburu belanja, siang itu puluhan ayam kate justru menjadi pusat perhatiannya. 

Ayam-ayam mungil dengan bulu warna-warna yang tersisir rapi, jengger tegak, dan postur gagah nampak seolah sedang berdiri bak model di hadapan para juri maupun pengunjung yang melintas.

Mereka bukan sekadar dipamerkan, melainkan mengikuti kontes ayam kate level nasional yang digelar Paguyuban Kate Jogja Mataram dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Hampir 100 Ekor

Hampir 100 ekor ayam kate dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Kebumen, Magelang, Solo, Wonogiri, hingga Ambarawa ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. 

Para peserta bersaing di lima kategori, yakni anakan, remaja, betina, pejantan, hingga kategori Best of The Best yang memperebutkan Piala Gubernur DIY.

Kontes ayam kate tingkat nasional yang digelar Paguyuban Kate Jogja Mataram. (Foto: JH Kusmargana)

Berbeda dengan lomba unggas pada umumnya, penilaian dilakukan secara detail. Juri memperhatikan postur tubuh, kualitas dan kerapian bulu, tinggi badan ayam, bentuk jengger, pose saat berdiri, hingga kondisi kesehatan setiap ayam.

Panitia Penyelenggara, Andika, mengatakan kontes ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah meningkatkan kualitas ayam kate hasil ternak para pehobi dari berbagai daerah.

“Pesertanya hampir 100 ekor dari berbagai kota. Nanti dipilih lima nominasi di setiap kelas sebelum masuk penilaian berikutnya sampai menentukan juara terbaik,” ujarnya.

Salah seorang peserta asal Kebumen, Danuaji, rela menempuh perjalanan ke Sleman hanya untuk membawa seekor ayam kate andalannya berlaga di kelas dewasa.

Baginya, daya tarik ayam kate terletak pada ukuran tubuhnya yang kecil namun memiliki karakter dan keindahan tersendiri.

“Yang dinilai itu bentuk tubuh, bulu, kaki, jengger sampai kerapian tampilannya. Justru karena kecil, pesonanya berbeda dibanding ayam lain,” katanya.

Pengunjung menyaksikan ayam kate dalam ajang kontes ayam kate tingkat nasional. (Foto: JH Kusmargana)

Tak hanya menarik perhatian para pehobi, kontes ini juga menjadi hiburan bagi pengunjung mal. Banyak keluarga yang sengaja berhenti untuk menyaksikan proses penjurian, bahkan mengabadikan momen bersama anak-anak mereka.

Edukasi Ayam Hias

Salah seorang pengunjung, Ima, mengaku baru pertama kali menyaksikan kontes ayam kate secara langsung. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi hiburan sekaligus sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal beragam jenis ayam hias.

“Menarik sekali. Anak-anak jadi tahu ternyata ayam itu banyak jenisnya dan bentuknya berbeda-beda. Jadi tidak hanya jalan-jalan atau belanja di mal, tapi juga dapat pengalaman baru,” ujarnya.

Selain memperebutkan trofi dan hadiah uang tunai jutaan rupiah, kontes ayam kate juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Ayam yang berhasil meraih gelar juara umumnya memiliki nilai jual lebih tinggi dan banyak diburu para kolektor maupun peternak sebagai indukan berkualitas.

Bagi para pehobi, kemenangan di arena kontes bukan sekadar soal prestise, tetapi juga menjadi pengakuan atas keberhasilan mereka merawat dan mengembangkan ayam kate dengan kualitas terbaik.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar