Jadi Pengisi Suara Film Dracin, Bapak-bapak ini Cuan hingga 4 Juta per Bulan

4 Min Read
Smiling man wearing headphones in a soundproof recording booth, waving toward a microphone and computer monitor beside him.
Nurcholish, seorang pengisi suara film drama Cina asal Sleman, Yogyakarta. (Foto: Dok Pribadi)

Mabur.co – Pesatnya perkembangan dunia digital saat ini, ternyata turut membuka peluang bagi siapapun untuk bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah. 

Selain bisa dikerjakan di rumah, jenis pekerjaan yang ditawarkan di platform digital pun ternyata juga sangat beragam dan banyak jenisnya.

Salah satu pekerjaan yang cukup menarik dan jarang dilirik adalah menjadi pengisi suara, dubber atau voice aktor freelance serial film drama Cina (Dracin). 

Seperti dilakukan Nurcholish salah seorang warga Plosokuning, Minimartani, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. 

Bapak empat anak ini sudah sekitar 10 bulan terakhir menggeluti profesi sebagai dubber karakter tokoh Dracin yang sedang populer di berbagai platform media sosial.

Jam Kerja Fleksibel

Lelaki yang sebelumnya bekerja sebagai penyiar radio sekaligus MC ini memilih profesi sebagai dubber serial film Dracin freelance karena jam kerjanya yang lebih fleksibel.

Namun siapa sangka, meski seluruh proses pekerjaan dilakukan di rumah, ternyata ia bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah yang cukup lumayan. Bahkan hingga mencapai Rp4 juta setiap bulannya.

Ditemui Mabur.co baru-baru ini, Nurcholish mengaku pertama kali mengetahui adanya info lowongan pekerjaan ini dari Komunitas Voice Over dan Announcer Indonesia yang ada di Facebook. 

Dari situlah ia kemudian mendaftarkan diri sebagai dubber freelance untuk film serial drama Cina atau Dracin yang memang sedang booming di berbagai media sosial saat ini.

“Awalnya cuma iseng-iseng mengajukan diri via inbox. Setelah itu kontak-kontakan lewat WhatsApp dan mengirim sampel suara. Tak berapa lama saya kemudian diberitahu ada proyek,” katanya.

Diungkapkan Cholish, setelah mendapatkan proyek, ia kemudian akan diberikan tugas untuk mengisi suara sejumlah tokoh atau karakter. Biasanya karakter suara sang dubber akan disesuaikan dengan sosok aktor di dalam film.

“Kalau saya, kebanyakan dapat job mengisi suara tokoh orang tua atau kakek-kakek. Karena memang suara saya cocoknya di situ itu,” ujarnya sambil tertawa. 

Setelah tokoh ditentukan, ia kemudian akan diberikan video scene film mentah untuk diisi suaranya. Naskah dialog pun telah disiapkan pihak pemberi proyek. 

“Setelah itu ya tinggal diisi dan direkam saja suaranya. Lalu dikirim jika sudah selesai,” katanya.

Cholish sendiri mengaku kerap mendapatkan job hingga beberapa karakter dalam satu judul film. Satu judul film sendiri biasanya terdiri dari 60-80 episode. Bahkan ada pula yang mencapai 145 episode. 

Soal bayaran, seorang dubber freelance akan diupah sesuai durasi. Biasanya rata-rata berkisar 2 hingga 2,5 Dolar per menitnya. 

Sehingga semakin banyak karakter yang diisi suaranya, dan semakin banyak episode filmnya, maka akan semakin besar pula honor yang diterima.

“Kadang kalau pas dapat 2 atau 3 karakter dalam satu judul film. Dan film itu punya banyak episode, ya bisa dapat pemasukan lumayan. Pernah sampai Rp4 juta per bulan,” katanya.

Meski begitu, semakin banyak karakter yang harus diisi suaranya maka otomatis seorang dubber juga harus meluangkan banyak waktu untuk mengisi suara. 

“Kadang saya sampai nglembur-nglembur, bahkan tidak tidur. Karena jangka waktu proyeknya sudah sangat mepet dan harus segera dikirim” ungkapnya. 

Selain film serial drama Cina, Cholish mengaku tak jarang juga menerima proyek atau job dubber untuk film-film asal negara Korea, Eropa, bahkan juga India. 

“Yang lucu itu, pas udah jadi dan nonton hasil film-nya kadang suka tertawa sendiri,” pungkasnya.

Bagaimana tertarik menjadi dubber alias pengisi suara film Dracin? ***

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment