Jamu, Obat Tradisional Warisan Budaya Indonesia, Kini Jadi Alternatif Oleh-oleh

3 Min Read
Three glass bottles with white caps containing brown liquid sit on a wooden surface; front labels show a person and the word 'Jog Jam'.
Jamu selain sebagai minuman yang menyehatkan, dapat juga dijadikan alternatif oleh-oleh unik dan khas. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Jamu adalah obat tradisional warisan budaya Indonesia yang diramu dari bahan-bahan alami seperti akar, kulit kayu, daun, dan rempah-rempah.

Berdasarkan verifikasi Kementerian Kesehatan, jamu telah digunakan secara turun-temurun untuk menjaga kebugaran, meredakan nyeri, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Namun, seiring berjalannya waktu, jamu selain sebagai minuman yang menyehatkan, dapat juga dijadikan alternatif oleh-oleh unik dan khas bagi para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

Salah satunya yakni Jogjamu yang ingin mengubah stigma jamu dari minuman yang dianggap kuno menjadi lebih kekinian dan bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Walaupun dikemas secara modern, pembuatan Jogjamu tetap mengutamakan bahan-bahan dan resep warisan keluarga sehingga rasa orisinal jamu tetap terasa.

UMKM Minuman Jamu Tradisional

Owner Jogjamu, Monica mengatakan, Jogjamu merupakan UMKM di Yogyakarta yang bergerak di bidang minuman kesehatan jamu tradisional. Jogjamu berdiri pada 2019.

“Saya ingin branding jamu agar dapat dikonsumsi sehari-hari dan menjadi minuman oleh-oleh dari Yogyakarta. Racikan Jogjamu spesial karena merupakan resep turun temurun sejak tahun 1950 dengan kemasan easy to drink yang berada di Jalan Raya Tajem, Denokan, Maguwoharjo, Sleman. Sedangkan toko berada di Jalan Pramuka 76 Giwangan Yogyakarta,” katanya, yang juga merupakan lulusan Pariwisata, Universitas Gadjah Mada, Kamis (23/7/2026).

Menurut Monica, ide awal membuka usaha Jogjamu karena melihat banyak orang yang mencari jamu dengan kemasan higienis. Ditambah beberapa orang tidak punya cukup waktu untuk ke pasar mencari jamu.

Dari Keluarga Suka Jamu

“Di luar itu nenek saya merupakan bakul atau penjual jamu. Jadi dengan resep yang diturunkan dari nenek, kami buat jamu dengan kemasan higienis dan modern sehingga mudah untuk dicari. Tidak perlu kita pagi- pagi mencari ke pasar. Namun bisa via whatsapp untuk pemesanan dan pembelian,” ujarnya.

Monica menuturkan, harga Rp20.000 untuk kemasan 250 ml, sedangkan kemasan 650 ml harganya Rp28.000. Untuk rasa ada beras kencur manjur yang rasanya hangat, campuran jahe, kencur, gula asem. Segar rasanya. Untuk kunir asem legit rasanya asam manis,” katanya.

Monica menjelaskan, Jogjamu sudah berdiri dari tahun 2019 sampai sekarang. “Untuk pasaran atau target pasar ke wanita muda gen Z, milenial juga.

“Kami juga berpartner dengan beberapa store seperti Soto Seger Hj. Fatimah, Omah Tugu, Studio Wellnesia, Guru Bumi, untuk menaruh produk kami. Jogjamu menjadi lebih mudah dijumpai juga ketika orang mencari jamu. Untuk pengiriman masih wilayah Yogyakarta saja, terakhir terjauh ke Palembang,” ucapnya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar