Mengenal Werner Weiglein, Pendiri Museum Papua di Jerman - Mabur.co

Mengenal Werner Weiglein, Pendiri Museum Papua di Jerman

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima kunjungan Werner Weiglein, seorang pemerhati dan pecinta budaya Indonesia asal Jerman, yang selama puluhan tahun aktif mempromosikan kekayaan budaya Nusantara di Eropa.

Dalam rilis yang diterima mabur.co, Rabu (25/2/2026), pertemuan tersebut berlangsung di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Dialog strategis ini menjadi bagian penting dalam memperluas jejaring diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.

Werner Weiglein dikenal sebagai pendiri sekaligus pengelola Museum Papua yang berlokasi di Gelnhausen, Jerman. Museum ini menyimpan koleksi etnografi Papua yang dinilai luar biasa dan memiliki nilai penting dalam memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

Menbud sampaikan apresiasi atas dedikasi Werner Weiglein.

“Beliau mendata koleksi ini sekaligus menuliskannya menjadi narasi yang cukup lengkap,” tuai Menbud Fadli.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal, Bambang Wibawarta, turut mengapresiasi koleksi yang dimiliki Werner Weiglein.

Sejak tahun 1970-an, Werner Weiglein telah mengoleksi berbagai benda budaya.

Pada dekade 1980-an, ia melakukan sejumlah perjalanan dan ekspedisi ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Sulawesi dan Papua. Pengalaman tersebut kemudian dituangkan dalam karya tulis yang mendokumentasikan perjalanan serta kekayaan budaya yang ditemuinya.

Dalam kesempatan tersebut, Menbud juga mengapresiasi buku karya Werner Weiglein bertajuk Expeditionen durch Indonesien.

Buku yang ditulisnya bersama Herwig Zahorka ini, menyuguhkan kekayaan budaya dan keragaman sosial Indonesia.

Werner memadukan dokumentasi dengan narasi yang komprehensif.

“Kita bisa melakukan lebih dari ini dan semua foto dalam buku ini adalah foto sendiri,” jelas Werner.

Selain kiprahnya di bidang kebudayaan, Werner juga dikenal sebagai pemegang rekor pendakian ke Puncak Carstensz di Pegunungan Jayawijaya sebanyak 36 kali.

Dedikasi tersebut mencerminkan kedekatan Werner yang tidak hanya dari aspek budaya, tetapi juga lanskap alam Nusantara. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *