Tak Percaya Polri, Ketua BEM UGM Tolak Laporkan Teror - Mabur.co

Tak Percaya Polri, Ketua BEM UGM Tolak Laporkan Teror

Mabur.co – Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, mengaku enggan melaporkan berbagai ancamam digital yang diterimanya maupun jajaran pengurus BEM UGM lain, kepada pihak kepolisian. Baik itu Polres, Polda, dan seterusnya.

Hal itu ia sampaikan kepada awak media usai mengadakan pertemuan bersama para aktivis di kampus UII Cik Ditiro, Yogyakarta, Minggu (22/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Tiyo turut menyinggung soal kasus seorang pelajar yang tewas di Tual, Maluku, usai dianiaya oleh oknum anggota Brimob, beberapa waktu lalu.

“Untuk melaporkan kasus ini (ancaman teror) ke pihak kepolisian, itu menjadi sebuah keraguan bagi kami (BEM-KM UGM). Karena baru terjadi kemarin, seorang polisi membunuh rakyat Indonesia (di Tual, Maluku). Lalu dengan situasi seperti ini, apakah kita masih berharap minta tolong ke polisi? Rasanya, kemanusiaan kami yang justru dipertanyakan (jika melapor kepada polisi),” ungkap Tiyo di kampus UII Cik Ditiro, Yogyakarta, Minggu (22/2/2026).

Menurut Tiyo, apa yang terjadi di Tual adalah contoh nyata, bagaimana polisi tidak lagi bisa diandalkan untuk menangani masalah yang dialami oleh rakyatnya. Karena mereka sendiri juga bertindak semena-mena kepada rakyat kecil.

“Kita tahu bahwa kondisi kepolisian hari ini sebenarnya tidak bisa kita percaya. Ini bukan hanya bicara tentang Polda atau Polres di tingkat regional saja, melainkan institusi Polri secara keseluruhan di level nasional. Bahwa memang ada sesuatu yang tidak beres di sana,” tambah Tiyo.

Untuk saat ini, pihak BEM UGM hanya berlindung melalui berbagai kanal alternatif, seperti LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi-Korban), LBH (Lembaga Bantuan Hukum), serta pihak kampus UGM sendiri.

Terlebih ancaman-ancaman itu hanya bersifat digital (di media sosial), sehingga menurut Tiyo, hal itu tidak perlu dirisaukan sedikit pun.

Tiyo sendiri menyatakan bahwa dirinya bersama BEM-KM UGM dan para aktivis mahasiswa lainnya, akan tetap menyuarakan aspirasinya kepada pemerintah pusat, sekalipun terus mendapat teror dalam berbagai bentuk. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *