Gudeg Manggar memiliki keterkaitan erat dengan sejarah pada masa pemerintahan Ki Ageng Mangir sekitar 500 tahun silam.
Dikutip dari Instagram dinaskebudayaandiy, Jumat (27/2/2026), dijelaskan hidangan khas ini pertama kali diciptakan oleh Putri Pembayun, istri Ki Ageng Mangir, sebagai bentuk kreativitas kuliner masyarakat Mangir pada masa itu.
Sejarah Gudeg Manggar tidak terlepas dari kondisi wilayah Mangir yang dahulu kaya akan pohon kelapa, yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
Bahan utama Gudeg Manggar adalah bunga kelapa muda atau manggar, yang diolah dengan cara dimasak layaknya gudeg pada umumnya.
Keistimewaannya terletak pada proses memasak yang lebih lama, sehingga menghasilkan cita rasa yang khas dan berbeda.
Cita rasa Gudeg Manggar pun berbeda dengan gudeg berbahan nangka muda.
Selain kelezatannya, hidangan ini juga dipercaya memiliki khasiat kecantikan.
Kandungan minyak kelapa di dalamnya diyakini dapat membantu menjaga kesehatan dan keawetan kulit.
Gudeg Manggar bukan sekadar sajian kuliner, melainkan juga bagian dari warisan budaya dan sejarah Yogyakarta yang patut dikenang serta dilestarikan.
Gudeg Manggar sudah ditetapkan menjadi Warisan Budaya oleh UNESCO. ***



