Komposer Indonesia Eunike Tanzil Garap Ringtone Ikonik dengan Sentuhan Angklung - Mabur.co

Komposer Indonesia Eunike Tanzil Garap Ringtone Ikonik dengan Sentuhan Angklung

Mabur.co- Peluncuran lini ponsel cerdas terbaru Samsung Galaxy S26 series tidak hanya membawa pembaruan pada perangkat keras dan kecerdasan buatan, tetapi juga menghadirkan versi terbaru dari nada dering resminya. 

Untuk edisi tahun ini, nada dering yang bertajuk “Over the Horizon 2026” secara resmi diaransir oleh Eunike Tanzil,  seorang komposer, pianis, dan produser musik berkebangsaan Indonesia. Kini menetap di Los Angeles, Amerika Serikat. 

Ciri khas utama dari aransemen versi 2026 ini adalah penggabungan megahnya orkestra simfonik dengan instrumen bambu tradisional asal Indonesia, yakni angklung.

Perjalanan Eunike bersama Samsung bermula dari unggahannya di media sosial pada Februari 2024. Saat itu ia membagikan reinterpretasi pribadi “Over the Horizon”. Karya tersebut menarik perhatian Samsung hingga akhirnya ia dipercaya mengaransemen edisi 2026.

Eunike menyebut, proyek ini sebagai mimpi yang menjadi kenyataan. Ia bahkan memimpin proses rekaman bersama Royal Philharmonic Orchestra di studio legendaris Abbey Road Studios, tempat lahirnya banyak karya musik ikonik dunia.

“Menciptakan kembali Over The Horizon 2026 untuk Samsung benar-benar sebuah MIMPI YANG MENJADI KENYATAAN! Tidak hanya saya berkesempatan membuat nada dering baru mereka, saya juga mendapat kehormatan memimpin dan merekamnya bersama Royal Phil Orchestra di Abbey Road Studios yang legendaris! (Masih tak percaya…),” tulis Eunike, dilansir akun YouTube, Eunike Tanzil, Sabtu (28/2/2026).

Eunike mengatakan, sejak kecil, adalah penggemar berat seri Samsung Note dan selalu menyukai berbagai versi Over the Horizon selama bertahun-tahun. Jadi momen ini terasa sangat sempurna.

“Terima kasih, Samsung, atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Proses rekaman dilakukan dengan teknologi Dolby Atmos untuk pengalaman audio imersif 3D. Produser dan insinyur suara Jonathan Allen menempatkan mikrofon secara presisi agar resonansi alami ruang studio terdengar maksimal. Membuat pendengar seolah berada di tengah orkestra,” lanjut komposer dan pianis yang kini berbasis di Los Angeles ini.

Eunike menjelaskan, proses rekaman Over the Horizon 2026 menggunakan teknologi Dolby Atmos. Jonathan Allen, produser dan insinyur suara, menempatkan mikrofon secara presisi untuk menangkap resonansi alami studio, sehingga pendengar dapat merasakan pengalaman audio imersif 3D.

Kehadiran angklung menjadi daya tarik utama dari Over the Horizon 2026. Instrumen bambu ini memberikan tekstur suara alami sekaligus memperkuat tema A Soundtrack of the Earth yang diusung tahun ini.

“Untuk mengambil rasa alam ini, saya menggunakan alat-alat yang kebanyakan orkestral. Menggunakan sumber daya alam seperti kayu. Jadi, menggabungkan suara klasik Barat dan suara Timur dari angklung bagi saya adalah cara yang sangat menyenangkan,” ujarnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *