Perang Modern di Timur Tengah, Ini Komentar Andi Mallarangeng - Mabur.co

Perang Modern di Timur Tengah, Ini Komentar Andi Mallarangeng

Adanya perang modern di Timur Tengah (Timteng) membuat banyak tokoh Indonesia angkat bicara. Salah satunya adalah Andi Mallarangeng, mantan menteri pemuda dan olahraga era Presiden SBY.

Dalam akun Facebook Andi Mallarangeng, dikutip mabur.co, Kamis (5/3/2026), ia memaparkan banyak hal terkait refleksi perang modern tersebut.

Demikian pemaparan Andi Mallarangeng yang ia tuliskan seperti surat terbuka:

Pelajaran apa yang bisa kita dapatkan dari perang modern yang sedang terjadi di Timteng?

Kita harapkan perwira-perwira kita di Mabes TNI, Kementerian Pertahanan, Lemhanas, Unhan, dan sebagainya menyimak dengan baik untuk menyusun strategi pertahanan kita ke depan.

Menurut saya ada beberapa pelajaran:

1) Misil dan drone menjadi semakin mengemuka dalam perang modern.

2) Pertahanan udara untuk menggagalkan misil dan drone semakin penting untuk melindungi wilayah kedaulatan negara

3) Kemampuan untuk memproduksi sendiri alutsista yang vital sangat menentukan kemandirian dan keberlangsungan pertahanan suatu negara

4) Angkatan Udara dan Angkatan Laut yang kuat semakin penting dalam perang modern

5) Angkatan Darat menjadi penting sebagai pertahanan terakhir kalau tentara musuh sudah menduduki wilayah kedaulatan negara

Sebagai catatan, dalam perang yang sesungguhnya, kalau Angkatan Darat yang mengemuka perannya, itu berarti kota-kota kita, pelabuhan udara dan laut kita dan berbagai objek vital negara kita sudah hancur.

Dalam perang modern, musuh baru mendarat setelah pertahanan udara dan laut kita serta berbagai objek vital kita sudah dilumpuhkan.

Kita beruntung bahwa tidak ada imminent danger untuk perang di kawasan kita sekarang ini. Namun dalam dunia yang sedang tidak baik-baik saja lebih baik kita mengikuti adagium Romawi: si vis pacem para bellum, jika ingin damai bersiaplah untuk perang.

Tentu saja secara cerdas, efisien dan efektif, sesuai kemampuan keuangan negara kita.

Itulah refleksi Andi Mallarangeng yang ia tuliskan secara kritis. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *