Perang Iran, Cadangan Minyak AS di Level Terendah Sejak 44 Tahun Terakhir - Mabur.co

Perang Iran, Cadangan Minyak AS di Level Terendah Sejak 44 Tahun Terakhir 

Mabur.co – Pemerintah Amerika Serikat mulai mengeluarkan Cadangan Minyak Strategis Nasional (Strategic Petroleum Reserve)  untuk menekan laju kenaikan harga minyak dunia yang terus melonjak hingga mencapai $100 per barel. 

Dikutip CBS News, Presiden AS, Donald Trump, bahkan diketahui telah memerintahkan pelepasan sebanyak 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis AS minggu ini.

Kebijakan pelepasan Cadangan Minyak Strategis AS sebesar 172 juta barel ini tercatat sebagai pelepasan cadangan minyak terbesar kedua dalam sejarah AS. Atau sedikit dibawah penarikan tahun 2022 lalu sebesar 180 juta barel yang dilakukan oleh mantan Presiden Joe Biden.

Pelepasan cadangan minyak AS ini sendiri akan dimulai minggu depan dan berlangsung selama 120 hari.

Diperkirakan kebijakan pelepasan ini akan menurunkan cadangan minyak nasional AS menjadi sekitar 243 juta barel, atau turun 41% dari jumlah saat ini yaitu 415 juta barel. 

Yang menarik, menurut analisis CBS terhadap data dari Departemen Energi, kebijakan pelepasan Cadangan minyak ini akan membuat cadangan strategis minyak AS berada pada level terendah sejak tahun 1982 atau 44 tahun terakhir.

Pengurangan terakhir cadangan minyak besar-besaran AS sendiri terjadi pada Maret 2022, saat Presiden Joe Biden memerintahkan pelepasan 180 juta barel untuk mengatasi kenaikan harga BBM yang disebabkan oleh perang di Ukraina. 

Menurut laporan CBS pecahnya perang Iran – Israel AS, yang disertai dengan penutupan selat Hormuz, telah mengakibatkan kenaikan harga BBM di wilayah Amerika Serikat. 

Sekitar 2 minggu lalu, sebelum konflik di wilayah Timur Tengah pecah, harga BBM di AS tercatat masih berada di kisaran $2,98 per galon. Namun saat ini harga rata-rata BBM di AS telah mencapai sekitar $3,63 per galon. Atau naik hingga mencapai 22 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *