Mabur.co – Selain memiliki kecakapan dalam hal kepemimpinan dan pemerintahan, sosok Raja Keraton Yogyakarta juga selalu dikenal memilki kecakapan di bidang seni dan tradisi.
Hal itu dibuktikan hampir semua Raja Keraton Yogyakarta selalu mampu melahirkan karya-karya seni adiluhung yang kaya akan nilai-nilai filosofis. Salah satunya adalah karya seni berupa tarian.
Hal itu pulalah yang juga dimiliki Raja Keraton Yogyakarta saat ini, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Tak banyak yang tahu, jika sosok Sultan HB X telah menciptakan beberapa karya tari klasik gaya Yogyakarta.
Di usia yang ke-80 tahun, Sultan HB X setidaknya sudah menciptakan sedikitnya 5 tarian tradisional terutama berbentuk bedhaya atau tarian suci yang dimainkan oleh penari wanita, yang kental dengan nilai filosofis dan pengajaran budi pekerti.
Salah satu tarian ciptaan Sultan HB X yang paling menarik adalah tarian Bedhaya Mintaraga yang diciptakan tahun 2021.
Tarian ini mengisahkan tentang sosok Raden Arjuna beserta ke-8 orang istri.
Dikutip dari Harian Jogja, Kamis (2/4/2026), tari Bedhaya Mintaraga dibuat dengan mengambil inspirasi dari Serat Lenggahing Harjuna yang ditulis langsung oleh Sri Sultan HB X. Ditampilkan oleh 9 orang penari wanita.
Satu orang penari berperan sebagai tokoh pewayangan Raden Arjuna. Sementara 8 penari lainnya memerankan 8 istri Raden Arjuna, yakni Sembadra, Larasati, Srikandi, Lestari, Palupi, Manohara, Drestanala, dan Supraba.
Tarian ini pada intinya ingin menyampaikan pesan tentang ajaran mesu budi atau usaha untuk mengendalikan hawa nafsu, baik fisik maupun psikis.
Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Kridhomardowo, KPH Notonegoro, mengatakan dalam tarian ini Raden Arjuna dikisahkan sedang bertapa dan menjalankan darma kesatria dalam tugas melindungi rakyat.
Sehingga kehadiran delapan istri Raden Arjuna dalam tari Bedhaya Mintaraga ini mengandung berbagai ajaran kesatria yang melekat pada sang manusia sejati.
Dimana Sembadra merupakan simbol pencerahan dan kekuatan; Larasati sebagai simbol penyatuan cipta, rasa dan karsa agar hidup menjadi selaras; Srikandi sebagai simbol kebaikan, keluhuran, dan kebenaran; dan Lestari sebagai simbol kekuatan manusia.
Ada pula Palupi sebagai simbol cinta kasih pada sesama manusia; Manohara sebagai simbol keteguhan hati manusia; Drestanala sebagai simbol kecerdasan dan penguasaan batin; serta Supraba sebagai simbol kewibawaan.
Sehingga dari berbagai nilai dan makna tersebut, Bedhaya Mintaraga ingin mengisahkan tentang Raden Arjuna dan delapan istrinya yang melambangkan kekuatan dari dirinya.
Karakter dan sifat yang berbeda-beda dari kedelapan istri Raden Harjuna tersebut justru menjadi kekuatan yang saling melengkapi.



