Sebagai salah satu pilar kebudayaan dan peradaban, seni tumbuh dan hidup seiring dinamika manusia. Prinsip dasar seni itu menuntun manusia pada sesuatu yang asali, kodrati dan manusiawi. Tak melulu dekoratif, ia menusuk kesadaran manusia sebagai insan budaya yang hangat dan ekspresif.
Demikian perbincangan tim liputan Mabur.co dengan Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo (PKSH), Wahjudi Djaja, Sabtu (11/4/2026) di Galeri Saptohoedojo.
Terkait dengan itu, lanjutnya, PKSH memfasilitasi pameran lukis dalam rangka peringatan Hari Kartini 2026. Pameran digelar di Galeri Saptohoedojo pada 17-22 April 2026 melibatkan 21 pelukis dari Yogyakarta dan Surakarta. Tema yang diangkat adalah “Kartini dan Perempuan-perempuan Mataram”.
“Yogyakarta dan Surakarta adalah representasi kebesaran Mataram. Dinamika dan sejarah kemudian membentuk karakter kedua wilayah berbeda. Pameran ini mencoba membuka ruang dialog alamiah agar determinasi sejarah bisa disikapi dengan santun dan beradab. Berkarya bersama adalah lompatan sejarah dan seni bisa menjadi jembatan peradaban,” jelasnya.
Ratu Siti, selaku Ketua Panitia Pameran Lukis Kartini & Perempuan Mataram menyampaikan, kegiatan pameran ini sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat perempuan Indonesia yang tangguh, berbudaya, dan berkarya.
“Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi perempuan-perempuan hebat lintas latar belakang yang terus menjaga nilai budaya, mengekspresikan kreativitas, serta memberi inspirasi melalui karya dan dedikasinya,” ungkap owner butik OOTD Malioboro Mall ini.
Perempuan pelukis yang ikut pameran adalah Anggana Raras, Anik Indrayani, Debora Rini DH, Emut Prastiwi, Etty Purwandari, Harbani Setyowati, Kartika Aryani, Laksmi Shitaresmi, MM Nanik SG, Mulyani Nurul, Niken Indira, Niniek Purwanti, Noer Eny, Nurindrini, Picuk Asmara, Pratiwi Endang Lestari, Rara Marhan, Retno Rohayati, Rosalia Ratih, Siska/Siswanti dan Sumiyati Herman.
Bila tak ada aral pameran akan dibuka oleh Gusti Kanjeng BRAA Paku Alam. Pameran lukis antara lain akan dimeriahkan pembacaan puisi para pejabat tinggi pratama perempuan pemerintah Kabupaten Sleman.
Serta beberapa tokoh perempuan diiringi Bimbim Balakosa, pentas musik Antrolumo Plus, pergelaran “Elegansi Kartini: Kebaya & Evening Gown Modern” Fashion by Ratu, dan bedah pemikiran perempuan Mataram bersama Dr. Asti Kurniawati M.Hum (UNS) dan seniman kontemporer Iwan Wijono.



