Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali lolos dari penembakan.
Dalam acara dinner Sabtu malam kemarin, Donald Trump tetap selamat. Justru ada pengawalnya sebagai perisai hidup dirinya yang tertembak. Penembak pun sudah diringkus.
Sampai di sini, hikmah apa yang bisa dipetik dari peristiwa penembakan itu?
Ini analisa subjektif saja, menjadi presiden Amerika mungkin memang harus selalu siap punya musuh terang-terangan dan siap mati kapan saja.
Sejarah kursi kepresidenan Amerika, kita tahu, adalah kursi yang berdarah-darah.
Bisa Anda kulik lagi ingatan siapa saja presiden Amerika yang pernah ditembak, baik kena maupun tidak. Mati atau pun tetap hidup.
John F. Kennedy, misalnya, presiden negeri Paman Sam yang mati ditembak kepalanya dalam pawai sakral kenegaraan.
Peristiwa itu sepertinya tidak membuat takut siapa pun saja yang menjabat sebagai presiden di Amerika. Untuk Donald Trump, tidak hanya sekali saja sebenarnya nyawanya terancam.
Sudah agak lama waktu berselang, ia pernah juga ditembak dari atap rumah, namun hanya kena sedikit saja daun telinganya. Ada darah yang mengucur, namun boleh dikata hanya luka ringan.
Kadang saya heran juga dengan polah tingkah Donald Trump dan segala kebijakannya.
Sepertinya ia benar-benar tidak takut dimusuhi, tidak hanya oleh warga negaranya sendiri namun juga oleh warga dunia.
Ya, sudahlah. Mungkin saja nyawa Donald Trump memang rangkap tujuh sehingga ia tidak pernah takut untuk dibunuh bahkan oleh seluruh warga dunia.
Kadang saya juga berpikir, apakah yang muncul ke publik memang benar-benar Donald Trump?
Bagaimana jika yang muncul ke publik kadang-kadang adalah robot tiruan dirinya?
Tentu saja, ini pandangan yang sangat spekulatif. Namun lepas dari semua itu, memang sepertinya ada yang aneh dengan tipikal psikologis presiden Amerika.
Satu hal saja: tetap menjunjung tinggi superioritas dan tidak takut mati ditembak itu.
Sampai di sini, saya tidak paham terbuat dari apakah mentalnya? Apakah mental baja itu benar-benar dimiliki semua presiden Amerika?
Kita tahu, dalam sepak terjang kebijakannya, lebih dari sekadar kontroversial namun memang barbar. Lalu berita apa lagi yang besok Anda tunggu tentang Donald Trump?
Bagaimana jika suatu hari nanti dikabarkan Donald Trump tertembak dan meninggal namun sesungguhnya bukanlah dia?
Atau jika benar-benar dia apakah Anda akan melonjak kegirangan? ***



