Sebenarnya secara fakta, KIRI atau KANAN itu hanya soal persepsi. Tergantung pada posisi dan sudut pandang. Di sini faktor bahwa ego menjadi titik pusat pandangan jadi referensi utama.
Anak-anak belajar bahwa tangan kiri adalah tangan “jelek” dan tangan kanan adalah tangan “baik”. Tangan kiri hanya pantas untuk cebok dan ngupil, serta tidak pantas untuk bersalaman, memberi serta menerima hadiah dan buruk untuk makan.
Yang baik-baik itu hak tangan kanan. Sehingga manusia yang terlahir kidal seperti mendapatkan stigma buruk serta diskriminasi.
Walaupun untuk kasus khusus seperti pemasangan cincin kawin kebanyakan orang memasangkannya di jari manis tangan kiri.
Tempat Buang Hajat
Tempat buang hajat dalam tradisi Jawa disebut PAKIWAN (Tempat di sisi KIRI). Walaupun tempat ini sangat penting dalam hidup manusia, sebab punya pengaruh untuk kesehatan manusia, tapi tidak seorang pun mau tidur nyenyak di tempat ini.
Tempat ini hanya dianggap bagus untuk mencari inspirasi dan berkhayal tapi selalu ditinggalkan ketika mau makan, tidur dan membaca kitab suci. Dikucilkan dan tidak dianggap di masyarakat disebut DIKIWAKKÈ.
Dalam bahasa Inggris kata “meninggalkan” diterjemahkan sebagai LEFT yang juga bermakna KIRI. Kata KANAN diterjemahkan RIGHT yang juga bermakna BENAR. Padahal apa salahnya si “kiri” dan apa benarnya si “kanan”?
Demikian juga halnya dengan ALIRAN KIRI! Karl Marx adalah sosok yang diposisikan sebagai tokoh aliran kiri dunia.
Humor yang populer di kalangan pelajar filsafat antara lain mengungkapkan: Apabila seorang INTELEKTUAL tidak pernah belajar MARXISME, maka DIRAGUKAN kapasitas intelektualitasnya.
Namun apabila sesudah mempelajari Marxisme, ia terkagum-kagum dengan paham itu, DIRAGUKAN KEWARASANNYA!
Dalam Islam pun, dikenal golongan kanan, yang mengklaim lebih benar daripada yang lain.
Tapi yang terpenting di Indonesia, aliran Kiri sudah dihambat perkembangannya. Karena kalau dulu KIRI JALAN TERUS, sekarang KIRI IKUTI LAMPU APILL! ***

