Mabur.co – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyebut, Indonesia merupakan salah satu pusat industri game terbesar di dunia. Hal itu terlihat dari pesatnya pertumbuhan industri game nasional selama beberapa tahun terakhir.
Saat ini jumlah pemain atau pengguna game di Indonesia bahkan tercatat mencapai 192 juta orang. Jumlah ini mencapai sekitar 43 persen dari total jumlah gamer di Asia Tenggara.
Tak hanya itu sepanjang kuartal pertama tahun 2026 saja, yakni mulai Januari hingga Maret, pemerintah mencatat terdapat sekitar 870 juta unduhan game mobile di seluruh Indonesia.
Dengan jumlah itu nilai pasar game domestik Indonesia diperkirakan mencapai 2,5 miliar dolar AS atau setara Rp40 triliun. Jumlah yang sangat fantastis.
Meski begitu sayangnya, selama ini pasar game di Indonesia masih didominasi produk luar negeri. Dimana masyarakat Indonesia lebih banyak menjadi konsumen.
“Karena itu Indonesia perlu memperkuat posisi sebagai produsen. Talenta Indonesia harus didorong agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi mampu berperan sebagai produsen, kreator, pengembang, sekaligus eksportir kekayaan intelektual budaya digital,” ujar Fadli Zon, dikutip tvOneNews.com, Minggu (26/4/2026).
Untuk mencapai harapan tersebut, Indonesia sendiri saat ini berupaya meningkatkan kualitas SDM di bidang industri game, dengan membentuk Pusat Penelitian dan Pengembangan Bersama Animasi dan Video Game Sino-Indonesia di Shanghai, Cina.
Hal itu dilakukan guna mendorong Indonesia mampu berperan sebagai pencipta, pengembang, dan eksportir kekayaan intelaktual budaya digital.
Cina sendiri dipilih untuk diajak kerja sama karena merupakan salah satu negara pusat industri budaya digital dunia. Cina memiliki dukungan ekosistem teknologi, kapasitas produksi, jaringan industri, distribusi, hingga kemampuan komersialisasi yang kuat.
Sementara itu, Indonesia sendiri dinilai memiliki potensi yang luar biasa besar karena memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Sehingga dapat menjadi sumber ide, karakter, dan visual dalam pengembangan karya digital.
“Bagi para kreator, Indonesia adalah semesta cerita. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan budaya ini diolah secara kreatif, akurat, dan kompetitif; bagaimana budaya tidak berhenti sebagai ornamen visual, tetapi menjadi sumber pengetahuan, narasi, karakter, dan world building yang kuat,” kata dia.
Fadli Zon berharap, kehadiran pusat riset bersama animasi dan game antara Indonesia dan Cina dapat menjadi penghubung antara teknologi dan kreativitas kedua negara, sekaligus membuka akses ke pasar global. ***



