Mabur.co – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M. Qodari, turut menanggapi pernyataan tokoh politik senior, Amien Rais, dalam video terbarunya di kanal YouTube pribadinya, soal peran Teddy Indra Wijaya yang dianggap lebih dari sekadar Sekretaris Kabinet.
Video yang tayang pada 30 April 2026 tersebut akhirnya telah di-take down oleh pihak Komdigi, akibat dianggap menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian, yang berpotensi menghadirkan isu yang tidak sedap di kemudian hari, baik itu bagi Seskab Teddy sendiri, maupun pihak pemerintah secara keseluruhan.
Menurut Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah yang baru mendapat “kue reshuffle” beberapa hari lalu, M. Qodari, Amien Rais sebenarnya hanyalah termakan isu hoaks di media sosial. Sayangnya, isu hoaks terkait Seskab Teddy itu dipercayainya begitu saja, sehingga kemudian dibuatkan video khusus mengenai hal tersebut.
“Disini saya bisa bilang bahwa Amien Rais telah menjadi korban dari isu hoaks. Kenapa bisa begitu? Karena dasar dari tudingan bahwa Pak Seskab atau Teddy itu adalah gay itu adalah berasal dari sebuah akun yang di dalamnya berisi lagu (video klip) berjudul Aku Bukan Teddy. Dan Amien Rais menganggap bahwa yang menyanyikan lagu itu adalah Ibu Titiek (Soeharto) sungguhan (mantan istri Prabowo Subianto),” ucap Qodari, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Liputan6, Minggu (3/5/2026).
Padahal jika video itu ditelusuri lebih lanjut, ditemukan sebuah disclaimer dari sang pemilik akun, bahwa lagu tersebut hanyalah hiburan semata.
Dan mungkin saja, Amien Rais tidak melihat adanya disclaimer tersebut, karena memang dia sudah “berumur” (82 tahun), dan tidak begitu paham dengan urusan teknis semacam itu.
“Padahal kalau kita tonton video Aku Bukan Teddy itu, jelas pertama bahwa yang nyanyi itu bukan Bu Titiek sungguhan. Kedua bahwa gambar Bu Titiek disitu adalah kompilasi dari berbagai gambar yang sebetulnya tidak ada hubungannya dengan lagu tersebut,” tambah Qodari.
Sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Qodari menyadari betul bahaya yang bisa ditimbulkan dari media sosial maupun AI (Artificial Intelligence), yang mampu mengubah pendirian seseorang, bahkan sekelas Amien Rais sekalipun.
Qodari pun sangat menghormati sosok Amien Rais sebagai tokoh politik senior di negeri ini. Namun ia menyayangkan sikap Amien yang begitu mudahnya mempercayai konten-konten receh semacam itu. (*)



