Mabur.co – Kabar menggembirakan datang dari Inggris, tepatnya di Howletts Wild Animal Park. Empat anak harimau Sumatera dilaporkan baru saja lahir di taman satwa tersebut.
Keempat anak harimau itu lahir pada 9 April 2026 lalu dan menjadi kelahiran pertama harimau Sumatera di taman satwa tersebut. Pihak pengelola menyebut momen ini sebagai bagian penting upaya konservasi satwa langka dunia.
Meski beberapa pekan pertama setelah lahir, anak-anak harimau tersebut lebih banyak berada di dalam sarang bersama induknya, para penjaga satwa memastikan kondisi mereka sehat dan terus menunjukkan perkembangan yang baik.
“Ini adalah momen yang sangat penting bagi Howletts dan bagi konservasi spesies luar biasa ini,” ujar perwakilan taman satwa sebagaimana dikutip BBC, Kamis (21/5/2026).
Kelahiran Anak Harimau
Anak-anak harimau ini diketahui lahir dari induk bernama Tipah, yang berumur 7 tahun dan baru pertama kali menjadi induk. Meski demikian, para perawat menyebut Tipah mampu menjalankan perannya dengan sangat baik.
Ia digambarkan sebagai harimau yang tenang, penuh perhatian, dan cukup nyaman dengan kehadiran para penjaga satwa di sekitarnya.
Sementara itu, sang pejantan bernama Nakal, yang bergabung dengan taman satwa pada Juli 2025, juga disebut menunjukkan perubahan perilaku sejak menjadi ayah. Selama beberapa minggu pertama, Nakal dipisahkan dari Tipah dan anak-anaknya.
Hingga saat ini, jenis kelamin keempat anak harimau tersebut masih belum dipastikan. Begitu pula belum ada nama yang diberikan oleh pihak pengelola.
Menurut Edinburgh Zoo, harimau Sumatera menghadapi ancaman serius akibat kerusakan habitat dan perburuan liar. Satwa ini merupakan subspesies harimau terkecil di dunia dan hanya berasal dari Pulau Sumatra, Indonesia.
Kelahiran empat anak harimau ini pun menjadi kabar baik bagi dunia konservasi internasional di tengah terus menurunnya populasi harimau Sumatera di habitat aslinya.
Hingga saat ini diperkirakan tak lebih dari 400 ekor harimau Sumatera hidup di alam liar. Karena itu, kelahiran empat anak harimau ini dinilai menjadi tambahan penting bagi keberlangsungan populasi spesies tersebut.




