Jalan atau Lari, Manakah Olahraga yang Lebih Baik?

4 Min Read
Split-screen image: left side shows a man walking on a track in a gray T-shirt and shorts; right side shows a man sprinting in an orange shirt and black shorts on the track.
Ilustrasi seseorang melakukan olahraga dengan berjalan kaki (kiri), dan berlari (kanan) (Foto: Jawapos.com)

Mabur.co – Ada banyak aktivitas olahraga yang bisa dilakukan manusia setiap harinya.

Namun dari sekian banyak jenis olahraga, ada dua yang cukup populer, yakni berjalan kaki dan berlari.

Banyak orang menganggap bahwa kedua jenis olahraga ini mudah, murah, dan tidak memerlukan usaha yang berlebih untuk melakukannya. Selain itu, berjalan kaki dan berlari juga umumnya bisa dilakukan di mana saja, asalkan memiliki space yang cukup luas.

Namun biasanya, kedua aktivitas ini dilakukan di parkiran Stadion, Alun-alun, atau bahkan di ruas-ruas jalan khusus di hari Minggu (acara Car Free Day dan sebagainya).

Namun dari kedua aktivitas olahraga ini, manakah yang sebenarnya lebih baik untuk dilakukan? Atau bisakah menggabungkan keduanya dalam satu aktivitas secara bersamaan?

Dilansir dari kanal Halodoc, Minggu (24/5/2026), berikut adalah beberapa poin plus dan minus dari kedua olahraga populer ini.

1. Jalan Kaki

Jalan kaki lebih umum digunakan oleh sebagian besar masyarakat sebagai pilihan aktivitas berolahraga. Selain lebih mudah, jalan kaki tidak butuh tenaga otot dan jantung yang terlalu besar, untuk bisa melakukannya.

Bahkan, olahraga ini juga bisa dilakukan sambil ngobrol, menyanyi, membaca buku atau ponsel (walaupun tidak disarankan), dan seterusnya.

Melakukan olahraga ini tentunya memiliki risiko cidera yang lebih rendah (low-impact), lebih efektif dalam membakar persentase lemak saat berolahraga, dan sangat aman untuk pemula atau penderita nyeri sendi.

Berjalan kaki diketahui bermanfaat menurunkan risiko penyakit jantung dan mengontrol kadar gula darah.

Hanya saja, total kalori yang terbakar tidak sama dengan aktivitas berlari. Karena tentu saja aktivitas berjalan kaki bisa dibilang adalah olahraga yang “terlalu santai”, termasuk bisa dilakukan sambil melakukan kegiatan lainnya, seperti yang telah disebutkan di atas.

2. Lari

Aktivitas olahraga lari umumnya lebih cocok bagi mereka yang memiliki stamina tinggi, tidak mengalami masalah persendian, dan memiliki kondisi fisik yang prima (tidak gendut/gemoy).

Aktivitas lari bisa lebih cepat membakar kalori ketimbang hanya berjalan kaki, mampu menurunkan berat badan, membentuk ketahanan stamina, serta memperkuat kapasitas paru-paru dan juga jantung.

Hanya saja, olahraga ini cenderung berdampak tinggi (high-impact), yang pastinya akan lebih banyak membebani sendi lutut dan pergelangan kaki, sehingga risiko cideranya juga lebih tinggi.

***

Sebagai pemula, tentu saja lebih disarankan untuk melakukan aktivitas jalan kaki terlebih dahulu, sebagai pilihan olahraga yang paling mudah dan simpel.

Namun jika ketahanan kaki dan stamina Anda sudah mulai terbentuk sedemikian rupa, tak ada salahnya mencoba olahraga lari.

Lari yang dimaksud juga bukan berarti langsung berlari sprint sekencang-kencangnya, melainkan lari-lari kecil (jogging) untuk mulai membiasakan kaki dengan tempo yang lambat terlebih dahulu. Atau bisa disebut sebagai pemanasan.

Setelah mulai terbiasa, Anda bisa mulai melakukan intensitas yang lebih tinggi, dan mempercepat laju putaran Anda, asalkan tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan Anda sendiri, agar tetap terhindar dari risiko cidera, dan seterusnya.

Seperti kata pepatah, segala sesuatu adalah proses, dan setiap proses pasti dimulai dari yang terkecil dan termudah terlebih dahulu. Sama halnya dengan kedua jenis olahraga ini.

Seorang pelari sprint sehebat Usain Bolt sekalipun, pasti memulai langkahnya dari berjalan kaki kecil setapak demi setapak, hingga akhirnya mampu berlari sepanjang 100 meter hanya dalam 9,58 detik, yang berhasil ia raih pada 2009 lalu.

Angka itu tidak akan mungkin bisa dicapai, jika tidak pernah melakukan jalan kaki sebelum-sebelumnya, dan seterusnya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment