Mabur.co – Dalam beberapa tahun terakhir, khususnya sejak era pandemi Covid-19 (2020), kita banyak mendengar istilah “login” yang digunakan di luar konteks utamanya, yang biasanya dikaitkan dengan proses seseorang masuk ke akun media sosial atau semacamnya.
Selain digunakan sebagai istilah saat masuk ke dalam akun digital, kata “login” belakangan ini juga kerap dipakai sebagai istilah gaul bagi orang-orang yang memutuskan mualaf, sebagai pertanda bahwa mereka telah “login” ke dalam sistem atau komunitas agama baru, yang tentu saja belum pernah ia alami sebelumnya.
Istilah ini kian populer dari waktu ke waktu. Bahkan penggunaannya juga semakin diperluas menjadi segala sesuatu yang berhubungan dengan keterlibatan seseorang dalam suatu kelompok atau urusan tertentu.
Misalnya saja “login ke Muhammadiyah/NU (padahal sudah memeluk agama Islam dari lahir)”, “login dulu ke hatinya, siapa tahu dia tertarik sama loe”, “kalau berhasil login ke mamanya, pasti anaknya yang bakalan gantian login sama loe”, dan seterusnya.
Lalu bagaimana istilah ini kemudian bisa begitu populer di media sosial? Dan apa yang menyebabkan istilah ini begitu identik dengan segala sesuatu yang sifatnya memasuki lingkungan baru dan semacamnya?
Dilansir dari kanal LDII Sampit, Senin (25/5/2026), berikut adalah penjelasan selengkapnya mengenai istilah “login”.
Berkat Podcast Deddy Corbuzier
Mantan pesulap yang kini menjadi YouTuber dan juga Staf Khusus Menhan Bidang Komunikasi Sosial dan Publik, Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo alias Deddy Corbuzier, adalah orang pertama yang mempopulerkan istilah “login” ini di jagad media sosial.
Deddy sendiri merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang memutuskan “login” dan memeluk agama Islam pada Juni 2019 lalu. Awalnya banyak netizen yang mengira keputusannya untuk “login” adalah demi kepentingan konten, dan tidak benar-benar memeluk Islam secara nyata.
Namun Deddy dengan tegas membantahnya, dan sama sekali tidak berniat menjadikan prosesi mualaf (alias “login”) dirinya sebagai bahan konten di media sosial.
Seiring berjalannya waktu, Deddy kemudian kembali berpikir untuk menjadikan perjalanan spiritualnya tersebut sebagai materi konten baru di kanal YouTube-nya. Namun konten yang disajikan bukanlah tentang perjalanan pribadinya semata, tapi lebih kepada orang-orang lainnya yang pernah melakukan proses “login” serupa seperti dirinya.
Kata “login” sendiri dipilih karena dianggap lebih santai, kasual, dan kekinian oleh kalangan warganet, dibandingkan istilah agama yang lebih formal seperti “masuk Islam” atau “bersyahadat”.
Selain itu, istilah ini juga kerap digunakan oleh host dalam konten Login (dalam kanal YouTube Deddy Corbuzier) tersebut, yakni Habib Husein Ja’far Al-Hadar, sehingga membuat kata ini semakin melekat di kalangan netizen Indonesia.
Jika istilah “login” kerap digunakan sebagai proses memasuki suatu lingkungan atau agama baru, sebaliknya, netizen juga kerap menggunakan lawan katanya, yakni “logout”, sebagai istilah yang menggambarkan proses seseorang keluar dari agama sebelumnya, keluar dari lingkungannya yang terdahulu, dan sebagainya.
Sayangnya, istilah logout tidaklah sepopuler “login”, yang memang terasa lebih mudah diucapkan, dan lebih bersifat universal. Karena setiap orang yang “sudah masuk” suatu lingkungan tertentu, umumnya akan menolak untuk keluar lagi, dan seterusnya. (*)

