Logo for Mabir: teal wordmark with stylized letters and a paper airplane trailing from the R (top-right).
  • Beranda
  • Masyarakat
  • Arsitektur
  • Budaya
  • Usaha
  • Rekreasi
Mabur.coMabur.co
  • Beranda
  • Masyarakat
  • Arsitektur
  • Budaya
  • Usaha
  • Rekreasi
©2026 Mabur.co
FeaturedMasyarakatReligi

Mengapa Orang Mualaf Sering Disebut “Login”?

Last updated: Mei 26, 2026 12:58 pm
Muhammad Azka Qinthori
Published: Mei 26, 2026
4 Min Read
Two men shake hands across a low table as a crowd surrounds them, one holding a microphone, at a public gathering.
Prosesi seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai syarat menjadi seorang mualaf alias "login" masuk agama Islam (Foto: antaranews.com)
SHARE
0
Flipboard
Google News

Mabur.co – Dalam beberapa tahun terakhir, khususnya sejak era pandemi Covid-19 (2020), kita banyak mendengar istilah “login” yang digunakan di luar konteks utamanya, yang biasanya dikaitkan dengan proses seseorang masuk ke akun media sosial atau semacamnya.

Selain digunakan sebagai istilah saat masuk ke dalam akun digital, kata “login” belakangan ini juga kerap dipakai sebagai istilah gaul bagi orang-orang yang memutuskan mualaf, sebagai pertanda bahwa mereka telah “login” ke dalam sistem atau komunitas agama baru, yang tentu saja belum pernah ia alami sebelumnya.

Istilah ini kian populer dari waktu ke waktu. Bahkan penggunaannya juga semakin diperluas menjadi segala sesuatu yang berhubungan dengan keterlibatan seseorang dalam suatu kelompok atau urusan tertentu.

Misalnya saja “login ke Muhammadiyah/NU (padahal sudah memeluk agama Islam dari lahir)”, “login dulu ke hatinya, siapa tahu dia tertarik sama loe”, “kalau berhasil login ke mamanya, pasti anaknya yang bakalan gantian login sama loe”, dan seterusnya.

Lalu bagaimana istilah ini kemudian bisa begitu populer di media sosial? Dan apa yang menyebabkan istilah ini begitu identik dengan segala sesuatu yang sifatnya memasuki lingkungan baru dan semacamnya?

Dilansir dari kanal LDII Sampit, Senin (25/5/2026), berikut adalah penjelasan selengkapnya mengenai istilah “login”.

Berkat Podcast Deddy Corbuzier

Mantan pesulap yang kini menjadi YouTuber dan juga Staf Khusus Menhan Bidang Komunikasi Sosial dan Publik, Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo alias Deddy Corbuzier, adalah orang pertama yang mempopulerkan istilah “login” ini di jagad media sosial.

Deddy sendiri merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang memutuskan “login” dan memeluk agama Islam pada Juni 2019 lalu. Awalnya banyak netizen yang mengira keputusannya untuk “login” adalah demi kepentingan konten, dan tidak benar-benar memeluk Islam secara nyata.

Namun Deddy dengan tegas membantahnya, dan sama sekali tidak berniat menjadikan prosesi mualaf (alias “login”) dirinya sebagai bahan konten di media sosial.

Seiring berjalannya waktu, Deddy kemudian kembali berpikir untuk menjadikan perjalanan spiritualnya tersebut sebagai materi konten baru di kanal YouTube-nya. Namun konten yang disajikan bukanlah tentang perjalanan pribadinya semata, tapi lebih kepada orang-orang lainnya yang pernah melakukan proses “login” serupa seperti dirinya.

Kata “login” sendiri dipilih karena dianggap lebih santai, kasual, dan kekinian oleh kalangan warganet, dibandingkan istilah agama yang lebih formal seperti “masuk Islam” atau “bersyahadat”.

Selain itu, istilah ini juga kerap digunakan oleh host dalam konten Login (dalam kanal YouTube Deddy Corbuzier) tersebut, yakni Habib Husein Ja’far Al-Hadar, sehingga membuat kata ini semakin melekat di kalangan netizen Indonesia.

Jika istilah “login” kerap digunakan sebagai proses memasuki suatu lingkungan atau agama baru, sebaliknya, netizen juga kerap menggunakan lawan katanya, yakni “logout”, sebagai istilah yang menggambarkan proses seseorang keluar dari agama sebelumnya, keluar dari lingkungannya yang terdahulu, dan sebagainya.

Sayangnya, istilah logout tidaklah sepopuler “login”, yang memang terasa lebih mudah diucapkan, dan lebih bersifat universal. Karena setiap orang yang “sudah masuk” suatu lingkungan tertentu, umumnya akan menolak untuk keluar lagi, dan seterusnya. (*)

TAGGED: Deddy Corbuzieristilah gaulloginmasuk agama Islammualaf
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Avatar photo
Muhammad Azka Qinthori
PENULIS
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Satmoko Budi Santoso
EDITOR
Pemimpin redaksi mabur.co
Previous Article Ini Respons Cepat Polisi Tangani Keributan di Gereja Bantul
Next Article Mirwan Suwarso: Karakter Orang Italia Mirip dengan Indonesia
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Get Insider Tips and Tricks in Our Newsletter!

Join our community of subscribers who are gaining a competitive edge through the latest trends, innovative strategies, and insider information!
  • Stay up to date with the latest trends and advancements in AI chat technology with our exclusive news and insights
  • Other resources that will help you save time and boost your productivity.

Terkini

A safety demonstration for young children: left shows kids gathered around two instructors in orange uniforms; right shows kids wearing helmets seated in an orange inflatable raft with an instructor.
Musim Kemarau, Kelompok Bermain Setyarini Sedayu Gali Ilmu ke Basarnas
Oktober 17, 2026
Wooden bamboo lookout tower with two people on a platform, over a grassy wetland and a blue sky above.
Muara Pantai Trisik, Surga Baru Aktivitas Pengamatan Burung Migran di Pesisir Kulon Progo 
Oktober 10, 2026
Signboard for Pusat Seni Tari Tradisional Gaya Yogyakarta in front of a white building and archway (Indonesia). Use prompts: traditional dance center sign.
Pasukan Hantu Maut, Laskar Rakyat Yogyakarta yang Membuat Belanda Tak Bisa Tidur Nyenyak
Oktober 9, 2026
Red brick ancient tower ruin on a raised platform in a palm-lined courtyard garden
Menengok Kejayaan Sriwijaya dan Majapahit, Sentra Perdagangan Terbesar di Asia Tenggara
Oktober 9, 2026
Priests in liturgical robes standing at an altar with candles and flowers during a church ceremony.
Sejarah Kristiani Berinteraksi dengan Keraton Mangkunegaran Surakarta 
Oktober 9, 2026
Ornate gold heraldic panel with a crown, the monogram 'HB VII', and two lion supporters on a red background.
Lambang Keraton Yogyakarta Pernah Mirip Kerajaan Belanda, Ada Mahkota dan Singa!
Oktober 7, 2026

Baca Juga

Performer in colorful traditional costume and hat on stage at night, holding a feathered prop fan during a cultural show with red ornate instruments nearby.
Masyarakat

Greget Kraton Nyawiji, Ketika di Alun-alun Kidul Anak-anak Masangin: Belajar Menutup Mata

Bustan Basir Maras
Oktober 17, 2026
4 Min Read
Bronze bust on a pedestal in a museum-like room, with framed black-and-white photos on white walls and wooden chairs around.
Masyarakat

Museum TNI AD Dharma Wiratama, Bekas Markas Tertinggi TKR

Setiaky Anugerahananto Kusuma
Oktober 17, 2026
4 Min Read
Open concrete stairwell downward with a low ceiling and a sign that reads Keep Your Head / Harap Kepala Menunduk, warning to duck as you descend
AgendaDestinasiRekreasi

Bungker Bekas Peninggalan Tentara Jepang Ini Ceritakan Kisah Getir Masa Lalu

Setiaky Anugerahananto Kusuma
Oktober 17, 2026
1 Min Read
BudayaMasyarakat

Festival Garam Dasun 2026, Lukisan Garam Terbesar di Dunia Siap Tersaji

JH Kusmargana
Oktober 17, 2026
5 Min Read
Logo for Mabir: teal wordmark with stylized letters and a paper airplane trailing from the R (top-right).

Saat Cakrawala Membentang

Media Sosial
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
Kategori
  • Masyarakat
  • Arsitektur
  • Budaya
  • Usaha
  • Rekreasi
Informasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
Kategori
  • Masyarakat
  • Arsitektur
  • Budaya
  • Usaha
  • Rekreasi
Informasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
© 2026 Mabur.co