Berburu Produk Kerajinan Kulit di Desa Wisata Manding

3 Min Read
Indoor shop with shelves of leather handbags, sandals, and sneakers arranged on wooden racks.
Displai produk kerajinan kulit yang diproduksi warga Desa Wisata Manding (Foto: indonesiatripnews.com)

Mabur.co – Desa Wisata Manding yang berlokasi di kecamatan Bantul (Bantul kota), kabupaten Bantul, provinsi DIY, terkenal sebagai sentra kerajinan kulit legendaris di Yogyakarta.

Sejak dirintis oleh tiga pemuda lokal pada tahun 1947, Manding berkembang menjadi pusat produksi berbagai produk kulit berkualitas seperti tas, dompet, jaket, sabuk, hingga aksesori rumah tangga.

Di sepanjang Jalan DR Wahidin Sudiro Husodo, wisatawan akan menemukan deretan showroom sekaligus rumah produksi yang turut menjajakan produk-produk kerajinan kulit berkualitas hasil buatan tangan perajin tradisional setempat.

Berbeda dengan kerajinan kulit biasa, produk dari Desa Manding memiliki bahan dan teknik pembuatan yang unik dan cukup istimewa.

Kerajinan kulit yang diproduksi dari perajin Desa Manding dibuat dari bahan kulit nabati, yang diproses menggunakan teknik tatah timbul.

Tatah timbul kulit adalah teknik pengolahan kerajinan yang menggunakan kulit samak sebagai media eksplorasi. Secara khusus, teknik ini mampu menciptakan efek timbul dari permukaan produk kulit yang dibuat.

Teknik ini terus dipertahankan hingga saat ini, meskipun sudah banyak metode canggih yang bertebaran di luar sana.

Bahkan, Desa wisata Manding termasuk dalam kategori desa wisata di Indonesia dan merupakan satu-satunya desa di Yogyakarta yang masih mempertahankan keahlian kerajinan kulitnya hingga saat ini.

Dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi DIY, Sabtu (30/5/2026), Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Manding, Jumakir, pernah mengatakan bahwa jika produk kerajinan kulit tersebut tidak memiliki ukiran tatah timbul di dalamnya, artinya produk tersebut bukan berasal dari Manding.

Hal ini menandakan ciri khas sekaligus idealisme Desa Wisata Manding dalam mempertahankan kualitas dan kredibilitas mereka kepada setiap wisatawan, agar terus menjaga branding Desa Wisata Manding itu sendiri, sebagai sentra kerajinan kulit terkemuka di Yogyakarta dan juga Indonesia.

Wisata Edukasi

Tidak hanya itu, wisatawan juga berkesempatan menyaksikan langsung proses pembuatan kerajinan kulit ini secara tradisional, mulai dari bahan mentah hingga menjadi barang siap pakai. Produk-produk seperti tas, jaket, sepatu, dan dompet berbahan kulit asli turut dijajakan dengan harga terjangkau, dan bisa ditawar secara langsung ke pengrajinnya.

Atraksi ini dapat memberikan wawasan mendalam tentang keahlian dan ketekunan para perajin kulit yang ada di Manding.

Hal itu tentunya akan menciptakan interaksi langsung antara wisatawan dengan perajin, yang memungkinkan terjadinya edukasi terkait filosofi di balik setiap produk, serta terciptanya pemesanan barang secara custom.

Ada pula Museum Kerajinan Kulit Manding, yang turut menjadi pusat sejarah dan informasi seputar kerajinan kulit di kawasan tersebut. Hal ini bisa menjadi pusat edukasi yang menarik bagi wisatawan, khususnya bagi mereka yang menggemari produk-produk kerajinan kulit, dan seterusnya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment