Mabur.co – Setiap desa umumnya memiliki potensi wisata masing-masing, yang bisa dimaksimalkan sedemikian rupa oleh masyarakat setempat, untuk menjadi ajang promosi sekaligus menambah pemasukan bagi masyarakat sekaligus desa yang bersangkutan.
Namun, akibat satu dan lain hal, potensi-potensi itu sering kali tidak mampu dimaksimalkan dengan baik, sehingga pengelolaannya menjadi terhambat, dan desa tersebut juga tidak bisa berkembang sesuai harapan.
Hal yang sama juga terjadi di Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul. Di mana ibu-ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) setempat juga menghadapi kesulitan dalam memajukan potensi wisata yang tersedia di kawasan Argomulyo, khususnya sejak periode COVID-19 pada 2020 lalu.
“Dulu tempat ini merupakan rumah makan yang dikelola Karang Taruna Desa Argomulyo dan di 2020 ada COVID-19. Jadi kita collapse pada saat itu. Sehingga kita benar-benar nggak ada kegiatan sama sekali selama empat tahun. Sampai akhirnya pengelolaannya diambil alih oleh Pemerintah Kelurahan Argomulyo,” ungkap Susi Astanti, pengelola Jogja Youth Farming, saat ditemui di Joglo Bulak Pacar, kawasan wisata Jogja Youth Farming, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Jumat (12/6/2026).
Menarik Lebih Banyak Wisatawan

Lebih lanjut, Susi menyatakan, pihaknya ingin kembali memaksimalkan setiap potensi wisata yang dimiliki oleh Desa Argomulyo, untuk bisa menarik lebih banyak wisatawan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.
“Sekitar 2024 kita itu punya ide supaya tempat ini (Jogja Youth Farming) ada potensi wisatanya yang bisa ditonjolkan, supaya bisa diangkat lagi. Kita kan punya banyak (potensi) wisata di Argomulyo, ada Rumah Jamu, Museum Soeharto, terus ada produk-produk di rumah masing-masing. Seperti tas kulit, tas goni, dan seterusnya, yang bisa mengangkat lagi potensi wisata kita,” tambah Susi.
Setelah dikelola kembali oleh Pemerintah Kelurahan setempat, kawasan Jogja Youth Farming pelan-pelan mulai kembali bangkit dan produktif menyelenggarakan berbagai kegiatan.
Seperti panen budidaya ikan nila, menjual produk hasil pertanian dari kawasan ini, kegiatan senam massal, masak dan makan hasil pertanian bersama-sama, dan seterusnya. (*)

