Hari Sungai, Jauhi Kerusakan Lingkungan Lebih Parah

4 Min Read
Group of volunteers wading in a river, collecting litter into a white bag by the grassy bank.
Ilustrasi. Generasi muda sedang membersihkan sungai. (Foto: Pemkot Palangka Raya)

Mabur.co – Tanggal 27 Juli diperingati sebagai Hari Sungai Nasional. Peringatan ini diawali dari pengesahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai pada tanggal 27 Juli 2011.

Pengesahan PP ini pun lantas dijadikan sebagai Hari Sungai Nasional hingga saat ini.

Salah satu tujuan dibentuknya Hari Sungai Nasional adalah untuk mengajak masyarakat agar selalu menjaga kebersihan sungai, sekaligus mengingatkan pentingnya sungai sebagai sumber air dan tempat hidup yang penting bagi alam dan juga manusia.

Hingga saat ini, keberadaan sungai masih dianggap sebelah mata oleh banyak orang. Mereka kerap menjadikan sungai sebagai “tempat sampah dadakan”, yang dapat membuang apa saja ke dalamnya tanpa filter sama sekali.

Bahkan, sungai juga telah dikonotasikan sebagai air kotor berwarna coklat, dengan bau tidak sedap di sekelilingnya. Sehingga siapa pun atau apa pun yang berada di sekitar sungai tersebut, hampir dipastikan akan ikut tercemar, kotor, turut andil dalam perusakan lingkungan, dan lain-lain.

Padahal, sungai juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Di mana sungai berfungsi mengalirkan air dari hulu ke hilir, menampung serta mengalirkan air hujan, serta membawa sedimen hasil erosi.

Untuk itu, sangat penting bagi kita untuk mulai merawat dan menjaga kebersihan sungai, agar kelangsungan hidup dan lingkungan sekitar tetap terjaga dan tidak tercemar atau terkontaminasi, apalagi jika sungai tersebut dipenuhi oleh sampah-sampah berserakan, dan lain sebagainya.

Dilansir dari laman Kementerian Lingkungan Hidup, Senin (27/7/2026), berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan, untuk menjaga dan merawat sungai di sekitar kita.

1. Tidak Membuang Sampah

Membuang sampah ke sungai adalah faktor terbesar dari terjadinya pencemaran lingkungan, sekaligus mengotori sungai, serta menimbulkan bau yang tidak sedap.

Untuk itu, mulailah untuk tidak menjadikan sungai sebagai “tempat sampah baru”, dan buanglah sampah-sampah Anda ke tempat sampah yang sesungguhnya, agar sungai tidak tercemar, dan tidak menjadi sarang tumbuhnya lalat, nyamuk, memicu terjadinya banjir, dan seterusnya.

2. Kurangi Penggunaan Plastik

Adapun banyak sampah yang dibuang ke sungai biasanya berupa plastik (kresek). Seperti yang diketahui, plastik merupakan bahan anorganik yang sangat sulit terurai secara alami, dan membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk benar-benar terurai.

Selain itu, sampah plastik juga dapat memicu penyumbatan aliran sungai, dan juga pencemaran lingkungan.

Maka dari itu, batasi penggunaan kantong plastik agar cukup sekali pakai saja, sehingga tidak akan memicu penumpukan sampah di sungai, maupun di tempat-tempat lainnya.

3. Gotong Royong Membersihkan Sungai

Jika sungai sudah dalam keadaan yang buruk dan penuh dengan tumpukan sampah, Anda bisa mengadakan semacam kerja bakti dengan warga sekitar, untuk bersama-sama membersihkan sungai tersebut dari tumpukan sampah, maupun benda-benda lainnya yang berpotensi membahayakan.

Namun sebelum itu, pastikan bahwa orang-orang yang terlibat benar-benar mempunyai kepedulian terhadap sungai, dan tidak hanya sekadar ikut-ikutan, alias FOMO (Fear of Missing Out), dan sebagainya.

***

Baik di hari sungai atau tidak, menjaga kebersihan sungai adalah tugas rutin yang harus dijalankan oleh semua pihak, terutama masyarakat sekitar.

Karena kebersihan sungai adalah kebersihan seluruh masyarakat, yang nantinya juga akan berdampak baik bagi masyarakat sekitar, sekaligus berdampak positif bagi kebersihan daerah secara umum. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar