Mexican Wave, Budaya Sorak-Sorai Meriahkan Stadion Piala Dunia

4 Min Read
Large crowd at a stadium with arms raised, cheering fans likely at a sporting event in progress.
Para penonton mempraktikkan gelombang "Mexican Wave" saat menonton di stadion. (Foto: The Guardian)

Mabur.co – Ajang bergengsi Piala Dunia kembali hadir pada tahun 2026 ini. Piala Dunia yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada kali ini adalah edisi ke-23 sejak pertama kali diselenggarakan pada 1930 silam.

Sepanjang perjalanan turnamen ini, ada satu budaya unik yang turut diciptakan oleh para supporter, ketika mendukung negaranya bertanding di lapangan hijau.

Dilansir dari laman RRI, Rabu (17/6/2026), pada tahun 80-an, sekelompok supporter di Amerika Serikat berinisiatif menggerakkan suatu “gelombang” yang dapat menggerakkan ratusan hingga ribuan penonton lainnya di stadion, saat menyaksikan pertandingan bisbol maupun football (cabang olahraga sejenis rugby di Amerika).

Gerakan yang dilakukan adalah dengan berdiri sambil mengangkat tangan, lalu duduk kembali secara berurutan, yang kemudian diikuti oleh para penonton lainnya secara horizontal hingga seisi stadion.

Mungkin jika dilihat dari sudut pandang penonton, gerakan ini tampak biasa saja. Namun ketika dilihat di layar kaca, atau dari posisi permainan di lapangan, gerakan ini terlihat sangat memukau, dan seketika mampu menghidupkan suasana pertandingan.

Banyak pihak meyakini bahwa Krazy George (George Henderson) adalah sosok yang pertama kali memimpin gelombang penonton ini, saat menyaksikan pertandingan Oakland Athletics melawan New York Yankees (kompetisi Major League Baseball (MLB)) pada bulan Oktober 1981.

Dipopulerkan di Piala Dunia 1986

Meski diklaim berasal dari Amerika Serikat dan diperkenalkan pada pertandingan bisbol, namun gerakan ini baru benar-benar mendunia melalui pertandingan sepakbola.

Dalam pertandingan persahabatan antara Meksiko melawan Argentina yang berlangsung di Kanada pada 1984 silam, para supporter Meksiko turut mempraktikkan “gelombang” yang diperkenalkan di Amerika tersebut, yang disebut sebagai La Ola (gelombang).

Kemudian pada perhelatan Piala Dunia 1986 di Meksiko, publik Meksiko kembali mengulang gerakan La Ola tersebut. Dengan jangkauan Piala Dunia yang begitu masif hingga ke seluruh dunia, tentu saja gerakan ini menjadi lebih mudah dilihat oleh banyak orang, sehingga membuat publik pun menyematkan nama The Mexican Wave (gelombang Meksiko) sebagai “nama resmi” dari gerakan gelombang ini.

Nama Mexican Wave sendiri terus bertahan hingga saat ini, dan sudah ditiru oleh jutaan orang di seluruh dunia, baik untuk pertandingan sepakbola, basket, bulutangkis, tenis, dan lain-lain.

40 Tahun Mexican Wave, dari Meksiko Kembali ke Meksiko

Publik Meksiko melakukan aksi “Mexican Wave” sebelum datang ke stadion Azteca pada pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko melawan Afrika Selatan (Foto: Mediacorp)

Memasuki 40 tahun sejak pertama kali dipopulerkan, Mexican Wave seolah-olah “ditakdirkan” untuk kembali ke negara yang membesarkan namanya.

Pada Piala Dunia tahun ini, Meksiko juga kembali didaulat menjadi salah satu tuan rumah, persis seperti yang terjadi pada 40 tahun yang lalu (saat itu tuan rumah tunggal).

Dengan begitu, tentu saja fenomena gerakan “Mexican Wave” menjadi salah satu “gerakan wajib” yang harus dilakukan oleh para supporter, baik dari pendukung Meksiko sendiri maupun negara-negara peserta lainnya.

Meski gerakan ini diberi nama Mexican Wave, namun publik Meksiko tidak pernah mempermasalahkan sama sekali ketika gerakan ini juga dilakukan oleh supporter dari negara lain untuk mendukung negara atau timnya masing-masing.

Sebaliknya, mereka menganggap penyebaran gerakan ini sebagai simbol universal untuk persaudaraan, kegembiraan, dan kebersamaan dalam dunia olahraga.

Mexican Wave merupakan cara yang terbilang unik, untuk bisa mempersatukan masyarakat dari seluruh dunia, melalui pertandingan olahraga sekelas Piala Dunia. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment