Mabur.co – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat sepakat menjalin kerjasama peningkatan kolaborasi di bidang kebudayaan.
Selain menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia di tingkat global, kerjasama ini sekaligus juga dilakukan guna meningkatkan kapasitas lembaga kebudayaan nasional agar mampu berkembang mengikuti kemajuan zaman.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) kerjasama ini nantinya akan difokuskan pada sejumlah hal.

Antara lain kerjasama di bidang pelestarian warisan budaya, penguatan dan kemitraaan pengelolaan museum, serta perluasan akses masyarakat terhadap pengetahuan dan kebudayaan.
Komitmen Jangka Panjang Indonesia-AS
Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, mengatakan kerjasama ini dilakukan sebagai tindak lanjut komitmen jangka panjang Indonesia-AS yang telah terjalin sejak 2023.
Yakni antara Museum dan Cagar Budaya Indonesia dengan National Museum of Asian Art (NMAA), Smithsonian Institution.
Dalam kesempatan itu ia menilai pentingnya kerjasama antardua negara ini mengingat besarnya peran museum sebagai ruang pendidikan, dialog, serta sarana mempertemukan berbagai budaya.
“Melalui kemitraan antarmuseum, kita tidak hanya memperkuat kapasitas institusi budaya, tetapi juga membangun jembatan pemahaman yang lebih erat antara masyarakat Indonesia dan Amerika Serikat,” ujar Indroyono dalam keterangannya usai bertemu jajaran Smithsonian Institution di Washington DC, Rabu (17/6/2026).
Sementara itu Direktur National Museum of Asian Art, Chase Robinson, menilai museum masa kini tidak lagi sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi harus mampu menjadi ruang hidup yang dinamis dan terbuka bagi masyarakat luas.
“Melalui pertukaran pengetahuan, kolaborasi profesional, dan pemanfaatan teknologi, museum dapat memperluas akses publik serta memperkuat pemahaman lintas budaya di tingkat global,” katanya.
Sebagai langkah konkret dari kerja sama tersebut, kedua negara akan menggelar Museum Capacity Building Workshop pada 22 hingga 26 Juni 2026 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Lokakarya ini akan melibatkan sekitar 30 peserta dari berbagai institusi kebudayaan nasional, di antaranya Galeri Nasional Indonesia, Museum Batik Indonesia, hingga Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.
Berbagai isu strategis rencananya akan dibahas dalam kegiatan ini mulai dari konservasi koleksi berbasis riset, penguatan manajemen museum, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan pelayanan dan akses masyarakat terhadap koleksi budaya.

