Mabur.co– Gabungan mahasiswa dari Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, dan sejumlah kampus di wilayah Depok menggelar aksi CFD and Solidarity Campaign di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu, (28/6/ 2026).
Aksi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat menyampaikan aspirasi dan keresahan terhadap berbagai persoalan yang dinilai tengah dihadapi bangsa.
Dilansir dari akun Thread fasjya mengatakan, kegiatan yang membawa isu kritik sosial bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” itu berlangsung sekitar dua jam sebelum akhirnya ditutup secara mandiri oleh peserta aksi tanpa adanya insiden yang mengganggu ketertiban umum.
Sejak pagi buta, kawasan CFD Sudirman sudah dipadati warga yang berolahraga, berjalan santai, hingga sekadar menikmati suasana akhir pekan di pusat ibu kota.
“Di tengah keramaian itu, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam BEM UI mulai terlihat berkumpul di salah satu titik keramaian sekitar pukul 07.30 WIB. Dengan jumlah sekitar 30 orang, mereka membawa sejumlah alat peraga yang langsung mencuri perhatian pengunjung CFD,” tulisnya.
Suasana di lokasi berlangsung cukup menarik perhatian publik saat para mahasiswa membentangkan spanduk serta melakukan orasi di jalan Sudirman.
“Melalui aksi turun ke jalan ini, BEM UI berusaha menjadikan sebuah isu lebih dekat dan mudah dipahami oleh masyarakat luas,” tulisnya.
Aksi ini tidak datang dengan pola demonstrasi besar yang biasanya identik dengan mobilisasi massa dalam jumlah besar atau orasi bergelombang di atas mobil komando.
“Sebaliknya, mahasiswa memilih format yang lebih terbuka dan interaktif, memanfaatkan ruang publik CFD sebagai arena diskusi spontan, penyampaian pendapat, sekaligus pengumpulan tanda tangan dari masyarakat yang melintas,” katanya.
Di lokasi, berbagai atribut visual dipasang dan dibentangkan. Spanduk utama bertuliskan tema besar “Menuju Indonesia Bangkrut” menjadi sorotan utama.
Selain itu, sejumlah kaos yang dikenakan peserta bertuliskan kalimat “RAKYAT BERSATU Tak Bisa Dikalahkan” semakin mempertegas pesan yang ingin mereka sampaikan kepada publik.
Nota Tagihan Pencekik Rakyat
Di sisi lain, terdapat pula banner bertuliskan “Nota Tagihan Pencekik Rakyat” serta lembaran kertas putih besar yang digunakan untuk mengumpulkan tanda tangan dari pengunjung CFD.
Tak hanya itu, beberapa tulisan lain yang dibawa dalam bentuk spanduk kecil turut memancing perhatian, seperti “Debate Me! Tanyakan isi pikiranmu”, “Tentang kondisi negara!”, hingga kalimat bernuansa dialektika sehari-hari “Kok iso niki, bli?” yang ditujukan sebagai bentuk komunikasi terbuka dengan masyarakat.
Netizen mengomentari di kolom komentar, dilansir akun Thread rajo*nansa”ti22 Halah mahasewa, lo bayar biaya semester make dolar ? Lo demo aja ga di apresiasi kan sama rakyat kecuali anak abah, kasian, pinteran masyarakat yg ga pernah nyentuh ranah universitas,dari pada lo, mahasewa
Kolom komentar lainnya, dilansir akun Thread apri*ton mengatakan, kalau ada yg dari ekonomi UI, Harus nya bisa jelasin sih. Tolong juga klarifikasi itu tentang dukungan Bem UI dukung lgbtq+. Kita negara demokrasi Pancasila, bukan demokrasi liberal.

