Mabur.co – Umumnya setiap negara hanya memiliki satu bahasa resmi, yang diakui sebagai bahasa nasional negara tersebut, dan menjadi alat komunikasi formal yang digunakan oleh penduduk setempat dalam kehidupan sehari-hari.
Di Indonesia sendiri, bahasa nasional yang diakui adalah “bahasa Indonesia”, yang telah diakui sebagai satu-satunya bahasa nasional, dan sudah tercantum dalam deklarasi Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
Hal yang sama juga berlaku pada negara-negara lainnya, kecuali untuk beberapa negara bekas jajahan. Di mana negara-negara tersebut tetap menggunakan bahasa negara yang pernah menjajah mereka.
Sebut saja Austria dan Swiss yang menggunakan bahasa Jerman, Senegal dan Pantai Gading (dan banyak negara Afrika lainnya) atau Belgia yang menggunakan bahasa Prancis, Brazil yang menggunakan bahasa Portugis, atau negara-negara Latin seperti Argentina, Venezuela, Kolombia, dan sebagainya yang menggunakan bahasa Spanyol, dan seterusnya.
Namun di belahan Amerika Utara, tepatnya di Kanada, negara yang satu ini justru memiliki dua bahasa resmi, yang sejatinya juga bukan bahasa nasionalnya sendiri (misalnya bahasa Kanada), yakni bahasa Inggris dan bahasa Prancis.
Bekas Jajahan Negara Eropa
Dilansir dari laman SUN Education, Rabu (8/7/2026), hal ini terjadi bukan tanpa sebab. Mengingat Kanada merupakan bekas jajahan kedua negara tersebut, yakni Prancis dan Inggris. Tepatnya pada abad ke-17 dan 18.
Negara yang saat ini didaulat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 ini sejak awal memang sudah diperebutkan oleh dua kekuatan besar eropa tersebut. Di mana Prancis sempat memegang kendali penuh pada tahun 1608 hingga 1763. Setelah itu Inggris mengambil alih kekuasaan wilayah Kanada pada tahun 1763 tersebut, dan baru berakhir pada 1867. Karena sejarah tersebut, saat ini Kanada memiliki dua bahasa resmi, yaitu Inggris dan Prancis.
Penetapan kedua bahasa tersebut sebagai bahasa resmi negara pun diumumkan pada pengesahan Undang-undang bahasa resmi (Official Language Act) pada tahun 1969 oleh pemerintah federal Kanada.
Secara tidak langsung, Kanada telah mengakui kesetaraan status dan hak untuk kedua bahasa tersebut. Meskipun dalam prakteknya, penggunaan bahasa Inggris tetap lebih dominan oleh masyarakat setempat.
Melestarikan Bahasa Prancis
Dengan statusnya sebagai bahasa internasional (bahasa yang digunakan dalam komunikasi pergaulan dunia), maka tak heran jika bahasa Inggris lebih banyak digunakan di Kanada. Karena dengan begitu, mereka bisa berkomunikasi dengan semua orang dari seluruh dunia dengan lebih mudah, tanpa harus mempelajari bahasa dan budaya baru, dan seterusnya.
Otomatis, bahasa Prancis pun menjadi kurang populer di negara ini. Mengingat statusnya yang bukan bahasa internasional, sehingga kemungkinan besar hanya bisa berkomunikasi dengan sesama penutur bahasa Prancis (seperti di Prancis dan Belgia), dan sebagainya.
Untuk saat ini, tercatat hanya provinsi Quebec yang benar-benar menjadikan bahasa Prancis sebagai bahasa resmi di wilayah Kanada. Ada pula sebagian kecil penduduk di wilayah New Brunswick dan East Ontario, yang juga menuturkan bahasa Prancis dalam keseharian mereka. Di luar wilayah-wilayah tersebut, hampir semuanya menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi setiap harinya.
Pemerintah pun mulai berusaha untuk melestarikan penggunaan bahasa Prancis dalam cakupan yang lebih luas, tidak hanya di wilayah Quebec saja. Salah satunya dengan menyediakan program imersi bahasa Prancis di sekolah umum sejak usia dini. Di mana para siswa akan menempuh pendidikan formal dengan mata pelajaran berbahasa Prancis.
Selain itu, pemerintah federal pusat juga memberikan program seleksi Express Entry untuk mendukung komunitas Francophone di seluruh wilayah Kanada, agar penggunaan bahasa Prancis bisa lebih meluas selain di provinsi Quebec.
Ada pula regulasi dari Dewan Radio-Televisi dan Telekomunikasi Kanada, yang mewajibkan kuota siaran berbahasa Prancis di seluruh saluran konten mereka, untuk menjamin eksistensi budaya dan hiburan berbahasa Prancis di ruang publik.
***
Meskipun Kanada merupakan negara dengan dwibahasa resmi, namun tak bisa dipungkiri, bahwa pengaruh kuat bahasa Inggris sebagai bahasa internasional tetap tak bisa terbantahkan.
Karena bahasa Inggris mampu menghubungkan dunia internasional dengan sangat mudah dan cepat, sehingga peluang koneksi dengan dunia internasional pun akan lebih terbuka lebar.
Namun, keinginan kuat pemerintah setempat agar bahasa Prancis tetap lestari dan eksis di Kanada, tetap perlu mendapat apresiasi tersendiri.
Karena bagaimanapun, Prancis tetaplah bagian penting dari sejarah pembentukan Kanada, yang membuat Kanada bisa merdeka dan hidup sebagai negara maju sampai hari ini. (*)

