Kandas dari Argentina, Cape Verde Tetap Pulang dari Piala Dunia dengan Rasa Bangga

4 Min Read
Three soccer players embrace on a green pitch, wearing pink, yellow, and blue jerseys.
Vozinha (kuning, tengah) menghibur rekan-rekannya yang kecewa usai takluk dari Argentina di babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Foto: REUTERS)

Mabur.co – Petualangan Cape (Tanjung) Verde di Piala Dunia 2026 resmi berakhir pada Sabtu pagi ini (4/7/2026), usai takluk dari juara dunia bertahan, Argentina, dengan skor 3-2, di babak 32 besar.

Hasil ini membuat Vozinha dan kawan-kawan harus pulang lebih cepat dari gelaran empat tahunan ini, dan bersiap kembali ke negaranya dalam beberapa hari ke depan.

Namun, kepulangan mereka bisa dipastikan akan berbeda dari negara-negara lainnya, yang juga telah memastikan diri gugur di Piala Dunia kali ini.

Jika negara-negara lainnya pulang ke negara asalnya dengan sambutan yang kurang mengenakkan, salah satunya yang dialami Korea Selatan beberapa waktu lalu, maka kepulangan Cape Verde bisa disebut sebagai penyambutan sekelompok “pahlawan negara”, berkat penampilan impresif mereka di turnamen kali ini.

Datang sebagai salah satu debutan, Cape Verde tampil memikat dalam empat laga yang dijalaninya di tanah penjajah Iran tersebut.

Mereka sanggup menahan imbang seluruh langganan peserta Piala Dunia, dengan tiga di antaranya merupakan juara dunia, bahkan satu di antaranya masih berstatus sebagai juara bertahan, yakni Argentina, yang berhasil direpotkan selama 120 menit.

Padahal, Argentina juga tampil dengan skuad terbaiknya, termasuk sang mega bintang Lionel Messi. Namun, negara asal benua Afrika itu sama sekali tak gentar, dan selalu memberi perlawanan sengit kepada Messi dan kawan-kawan selama pertandingan di Miami tersebut.

Jika bukan tanpa satu gol dan dua set-piece yang dikreasikan oleh Messi, mungkin cerita akhir pertandingan ini akan sama sekali berbeda.

Vozinha Kembali Jadi Bintang

Argentina forward in a blue-and-white striped jersey (#10) dribbles toward the goal while the yellow-clad goalkeeper prepares to block.
Vozinha (kuning, belakang) bersiap menghadapi tendangan Lionel Messi saat Argentina menghadapi Cape Verde di babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Foto: REUTERS)

Jika Argentina masih sangat bergantung pada magis seorang Lionel Messi, yang mencetak satu gol serta satu assist, plus satu kreasi set-piece yang berbuah menjadi gol oleh Lisandro Martinez, maka di pihak Cape Verde, Vozinha juga kembali jadi bintang utama Cape Verde di laga ini, dengan mengemas total delapan penyelamatan dan mendapat rating 9 berdasarkan data resmi dari FIFA.

Dari total delapan saves tersebut, setidaknya kiper asal klub Chaves di divisi dua Liga Portugal tersebut berhasil menggagalkan tiga tendangan dari Messi. Di antaranya dua tendangan bebas dan satu tendangan keras di dalam kotak penalti.

Aksi-aksi Vozinha itulah yang sanggup membuat Cape Verde bertahan hingga 120 menit di babak 32 besar menghadapi sang juara dunia bertahan.

Selain menjadi pemain terbaik Cape Verde di laga tersebut, pemain bernama asli Josimar Dias ini juga kembali menambah jumlah followers-nya di media sosial Instagram, yang kali ini melonjak hingga 20,5 juta pengikut.

Padahal sebelum menghadapi Messi dan kawan-kawan, akun milik Vozinha (@vozinha1) masih berjumlah sekitar 17 juta pengikut. Artinya dalam waktu dua jam lebih, sudah ada tiga juta pengikut baru di akun kiper berusia 40 tahun tersebut.

Kendati petualangan negara berpenduduk tak sampai satu jiwa ini harus terhenti di babak 32 besar oleh sang juara dunia bertahan, namun kisah yang ditorehkan tetap patut diapresiasi setinggi langit, terlebih dengan statusnya sebagai salah satu debutan di turnamen ini.

Meskipun dalam empat pertandingan tersebut, Cape Verde tidak pernah sekalipun meraih kemenangan. Namun di saat yang sama, mereka juga sama sekali tidak pernah menderita kekalahan, setidaknya selama 90 menit waktu normal.

Selain itu, ketika negara debutan sekelas Cape Verde juga harus bertemu dengan tiga juara dunia (Spanyol, Uruguay, dan Argentina), tentunya tiga hasil imbang yang diperoleh merupakan pengalaman yang sangat berkesan, dan tidak akan pernah terlupakan di sepanjang sejarah sepakbola Cape Verde, dan juga persepakbolaan dunia.

Itu artinya, semua negara memiliki kesempatan yang sama untuk bisa bersaing di level tertinggi, termasuk bagi negara kecil sekelas Cape Verde sekalipun. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar