Ini 10 Novel Indonesia Terbaik yang Wajib Kamu Baca Saat Waktu Senggang

3 Min Read
Open book spread fanned on a wooden table with shelves of books in a library in the background.
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Mabur.co– Menikmati waktu liburan di akhir pekan tak selalu harus berlibur ke tempat-tempat wisata. Berada di rumah untuk sekedar bersantai sembari membaca novel juga bisa menjadi pilihan. 

Indonesia sendiri dikenal memiliki banyak novel berkualitas yang tak hanya populer di dalam negeri, tetapi juga telah mendapat pengakuan dunia. 

Lalu apakah novel tersebut? 

Berikut adalah daftar 10 novel terbaik Indonesia versi GoodStats.com yang dinilai berdasarkan pada rating pembaca atau popularitas maupun apresiasi pembaca terhadap sebuah karya.

1. Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer
Novel pertama dari Tetralogi Buru ini mengisahkan perjalanan Minke, seorang pribumi terpelajar pada masa kolonial Belanda. Selain menyajikan kisah cinta, novel ini juga mengangkat isu kolonialisme, diskriminasi, dan perjuangan memperoleh kesetaraan.

2. Laskar Pelangi – Andrea Hirata
Kisah inspiratif tentang perjuangan 10 anak di Belitung dalam memperoleh pendidikan. Novel ini telah diterjemahkan ke puluhan bahasa dan diadaptasi menjadi film yang sukses di Indonesia.

3. Anak Semua Bangsa – Pramoedya Ananta Toer
Melanjutkan kisah Minke, novel ini menggambarkan tumbuhnya kesadaran nasionalisme di tengah ketidakadilan yang dialami masyarakat pribumi pada masa penjajahan.

4. Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari
Novel yang mengangkat kehidupan Srintil, seorang ronggeng di pedesaan Banyumas. Karya ini banyak membahas persoalan budaya, kemiskinan, hingga dampak tragedi politik 1965.

5. Negeri 5 Menara – Ahmad Fuadi
Terinspirasi dari pengalaman penulis saat menempuh pendidikan di pesantren. Novel ini dikenal dengan semboyan Man Jadda Wajada atau “siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil”.

6. Jejak Langkah – Pramoedya Ananta Toer
Masih menjadi bagian Tetralogi Buru, novel ini menceritakan kiprah Minke dalam membangun organisasi dan menyuarakan hak-hak rakyat pribumi.

7. Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin – Tere Liye
Novel yang mengangkat kisah kehidupan, pengorbanan, dan cinta dengan gaya penulisan yang sederhana namun menyentuh.

8. Cantik Itu Luka – Eka Kurniawan
Karya yang memadukan sejarah, realisme magis, dan kritik sosial ini telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan mendapat perhatian pembaca internasional.

9. Rumah Kaca – Pramoedya Ananta Toer
Novel penutup Tetralogi Buru yang mengambil sudut pandang berbeda melalui tokoh Pangemanan, seorang pejabat kolonial yang bertugas mengawasi pergerakan kaum pribumi.

10. Sang Pemimpi – Andrea Hirata
Sekuel dari Laskar Pelangi yang menceritakan perjuangan Ikal, Arai, dan Jimbron dalam mengejar mimpi hingga ke luar negeri. (Berbagai sumber)

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar