Embung Giwangan, Ruang Publik untuk Rekreasi Makin Dibutuhkan Masyarakat 

4 Min Read
White, multi-story buildings with dark roofs line a walkway by a calm canal at dusk, their reflections visible in the water.
Suasana menyenangkan dan menyegarkan di kawasan Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Keberadaan ruang publik yang representatif di Kota Yogyakarta semakin dibutuhkan masyarakat sejak beberapa waktu terakhir. 

Hal itu terlihat dari ramainya sejumlah ruang publik sekaligus kawasan untuk berolahraga di sejumlah lokasi. Salah satunya adalah kawasan Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG).

Dipadati Warga

Hampir setiap pagi dan sore, kawasan ini nampak selalu dipadati warga yang datang untuk berolahraga maupun sekadar bersantai menghabiskan waktu bersama keluarga.

Jogging track dengan lebar 2 meter yang mengelilingi embung bahkan kerap dimanfaatkan pengunjung untuk berolahraga. Mulai dari berjalan kaki hingga jogging atau berlari.

Tidak sedikit pula pengunjung yang memilih duduk di tepian embung untuk menikmati suasana sore sambil menikmati kuliner yang ada di lokasi. 

Taman Budaya Embung Giwangan merupakan kawasan yang memiliki luas sekitar 3,49 hektare. Kompleks Taman Budaya Embun Giwangan sendiri dikelola UPT Pengelolaan Taman Budaya, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta. 

Sunset over a pond with a white multi-story building in the center, pink flowers in the foreground, and people walking along the railing.
Kawasan Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta (Foto: JH Kusmargana)

Diresmikan 23 Mei 2025, kawasan ini dikembangkan sebagai ruang publik yang memadukan fungsi pelestarian seni dan budaya dengan ruang terbuka hijau. 

Selain menjadi ruang publik bagi masyarakat kawasan ini juga dibangun untuk berbagai kegiatan seni budaya di Kota Yogyakarta.  

Tak heran selain kerap digunakan untuk aktivitas olahraga warga, kawasan ini juga kerap digelar berbagai event kegiatan seni seperti pertunjukan musik, seni budaya, dan sebagainya.

Salah seorang warga Umbulharjo, Heru, mengaku hampir setiap hari datang ke Embung Giwangan ini. Ia mengaku memanfaatkan kawasan ini untuk  berolahraga.  

Jaga Kondisi Kesehatan

Bersama istrinya, ia mengaku rutin berjalan kaki saat pagi atau sore hari untuk menjaga kondisi kesehatan setelah memasuki masa pensiun.

“Sejak jadi pensiunan saya sering olahraga di sini bersama istri. Jadi ingin menjaga kesehatan. Saya juga punya riwayat penyakit jantung sehingga disarankan rutin jalan kaki,” katanya.

Menurut Heru, Embung Giwangan menjadi pilihan karena lokasinya dekat dari rumah dan memiliki fasilitas yang memadai. 

Selain tersedia lintasan jalan kaki, kawasan tersebut juga dilengkapi musala, warung, tempat duduk, area parkir, serta suasana yang lebih nyaman dibanding berolahraga di tepi jalan.

Bronze statue of a seated monk playing a drum on a stage beside a railing and pond, with a white multi-story building in the background.
Warga berjalan kaki di kawasan Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta (Foto: JH Kusmargana)

“Ini tempat olahraga yang paling representatif dan paling dekat dari rumah. Fasilitasnya juga lengkap, ada musala, warung, jadi nyaman. Udaranya juga lebih segar karena tidak banyak polusi kendaraan,” ujarnya.

Ruang Publik dan Rekreasi Terbaik

Hal senada disampaikan Tutik, warga Mergangsan. Menurutnya, Embung Giwangan menjadi salah satu ruang publik terbaik yang dimiliki Kota Yogyakarta untuk berolahraga saat ini. 

Namun tingginya jumlah pengunjung akhir-akhir ini membuat kawasan tersebut kini semakin padat, terutama pada pagi dan sore hari.

“Sekarang semakin ramai. Kadang jogging track penuh, jadi kurang leluasa kalau mau jalan cepat atau lari,” katanya.

Ramainya ruang publik seperti Embung Giwangan ini menunjukkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan ruang publik termasuk lokasi berolahraga yang representatif, nyaman dan mudah diakses. 

Warga seperti Heru dan Tutik pun berharap pemerintah dapat menghadirkan fasilitas serupa di wilayah lain sehingga warga tidak hanya bergantung pada satu lokasi.

“Kalau ada lebih banyak tempat seperti ini tentu masyarakat punya banyak pilihan. Menurut saya ini menunjukkan ruang publik untuk olahraga di Yogyakarta masih kurang. Harapannya ke depan semakin banyak ruang terbuka dengan fasilitas yang baik dibangun pemerintah,” ujarnya.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar