Mengenang Gol “Tangan Tuhan” yang Begitu Legendaris di Piala Dunia 1986

6 Min Read
Diego Armando Maradona (kiri) mencetak gol dengan tangan saat menghadapi Inggris di babak Perempatfinal Piala Dunia 1986, gol itu tetap disahkan oleh wasit, sehingga disebut-sebut sebagai "Gol Tangan Tuhan". (Foto: Press Association)

Mabur.co – Pertemuan antara Inggris melawan Argentina di ajang Piala Dunia memang sarat akan sejarah panjang. Kedua negara tercatat sudah pernah bertemu sebanyak lima kali di sepanjang sejarah Piala Dunia. Mereka pun akan kembali bertemu untuk keenam kalinya pada babak Semifinal Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Atlanta Stadium pada Kamis dini hari nanti (16/7/2026).

Jauh sebelum pertemuan keenam pada dini hari nanti, Argentina dan Inggris pernah memainkan pertandingan yang begitu legendaris dalam sejarah Piala Dunia, yang terjadi tepat 40 tahun silam.

Ya, kedua tim pernah saling berhadapan di babak Perempatfinal Piala Dunia 1986 yang digelar di Meksiko. Sama persis seperti tuan rumah Piala Dunia tahun ini.

Dalam pertandingan tersebut, Argentina berhasil menang dengan skor 2-1 atas pasukan The Three Lions, di mana dua gol yang diciptakan Argentina merupakan dua gol paling ikonik dari salah satu pemain terbaik di sepanjang sejarah sepakbola.

Diego Armando Maradona, sang legenda sepakbola Argentina, adalah pencetak dua gol yang disebut sebagai “gol tangan Tuhan” (Hand of God) serta gol abad ini (goal of the century) tersebut.

Dalam sebuah skema serangan di wilayah pertahanan Inggris, bola lambung hasil tendangan gelandang Inggris, Steve Hodge, justru mengarah ke dalam kotak penalti pertahanannya sendiri. Maradona yang berusaha mengejar bola pun harus berhadapan dengan kiper Inggris, Peter Shilton.

Dengan postur yang lebih pendek, tentu saja Maradona di atas kertas akan kalah duel dengan Shilton. Namun, mantan pemain Napoli ini masih punya cara lain untuk tetap meraih bola.

Ia pun secara refleks menepis bola dengan tangan kirinya, untuk menyambut bola buangan Steve Hodge tersebut. Tanpa disangka-sangka, bola tepisannya justru masuk ke gawang Inggris.

Wasit Ali bin Nasser dari Tunisia yang memimpin jalannya pertandingan tersebut tanpa ragu mengesahkan gol Maradona tersebut. Sekalipun pemain Inggris memprotesnya berkali-kali, karena mereka sadar bahwa Maradona telah menggunakan tangan kirinya untuk memasukkan bola ke dalam gawang.

Di sisi lain, Maradona dan para pemain La Albiceleste lainnya sama sekali tidak menghiraukan aksi protes yang dilakukan para pemain Inggris terhadap wasit. Mereka pun tetap melakukan selebrasi atas gol legendaris tersebut, dan Argentina pun unggul 1-0 dalam pertandingan siang itu.

Akan Dianulir VAR

Jika gol semacam itu terjadi pada era sekarang. Hampir dipastikan bahwa gol tersebut akan dianulir oleh wasit. Apalagi pertandingan sepakbola modern saat ini juga telah menerapkan sistem teknologi Video Assistant Referee (VAR), yang bisa melihat tayangan ulang dari suatu kejadian tertentu di lapangan hijau.

Dengan tingkat ketelitian dan detail yang sangat ketat, apa yang dilakukan oleh Maradona terhadap Inggris pada 40 tahun lalu mungkin tidak akan pernah terjadi lagi di zaman sekarang. Kecuali hanya untuk hiburan semata (pertandingan eksibisi atau fun games).

Goal of The Century

Diego Armando Maradona (biru) melewati para pemain Inggris untuk mencetak gol kedua Argentina di Perempatfinal Piala Dunia 1986 (Foto: AFP)

Tidak cukup gol “tangan Tuhan”, Maradona kembali mencetak gol sensasional ke gawang Shilton melalui cara yang tak kalah ciamik.

Dalam situasi perebutan bola di lapangan tengah, pemain kelahiran Lanus ini berhasil melewati lima pemain Inggris, yang dimulai dari wilayah permainannya sendiri.

Maradona pun melaju sendirian hingga ke area kotak penalti Inggris, dan langsung menceploskan bola ke gawang Shilton, yang justru beraksi ke arah yang berlawanan. Skor pun berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Argentina.

Gary Lineker sempat memperkecil ketinggalan untuk Inggris, sehingga skor pun menjadi 2-1 masih untuk keunggulan Argentina. Sayangnya skor itu tetap bertahan hingga akhir laga. Tim Tango pun melaju ke babak Semifinal, dan akhirnya melenggang sebagai juara di turnamen tersebut.

Mulai dari komentator pertandingan, wartawan, hingga publik sepakbola dunia, semuanya sepakat menjuluki gol kedua Maradona tersebut dengan istilah “goal of the century” (gol terbaik abad ini). Mengingat bagaimana dengan mudahnya Maradona meliuk-liuk melewati banyak pemain Inggris dari wilayah permainannya sendiri, hingga akhirnya mencetak gol kedua Argentina. Sekaligus berkontribusi terhadap kemenangan timnya di Stadion Azteca pada babak 8 besar tersebut.

***

Dua momen ikonik tersebut membuat publik terus mengenang Diego Armando Maradona, sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepakbola dunia.

Meskipun kini Argentina juga memiliki seorang Lionel Messi, yang kerap disebut-sebut sebagai “The Next Maradona“, namun pesona Maradona dengan dua golnya ke gawang Inggris di ajang Piala Dunia 1986 adalah sesuatu yang tidak bisa ditiru oleh sembarang pemain, termasuk Lionel Messi sekalipun.

Kendati Maradona telah tutup usia pada tahun 2020 lalu di usia 60 tahun. namun permainan yang ditunjukkannya selama menjadi pesepakbola, khususnya di Piala Dunia 1986 tersebut, menjadi salah satu catatan sejarah yang tidak akan pernah dilupakan oleh dunia, sampai kapan pun. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar