Mabur.co – Media sosial belakangan ini dihebohkan dengan viralnya video insiden mengerikan penerbangan yang dialami penumpang maskapai Ryanair.
Pesawat Boeing 737 yang tengah terbang melewati prute Thessaloniki, Yunani, menuju Memmingen, Jerman pada 10 Juli 2026 lalu mengalami gangguan hingga jendela kabin pecah atau copot.
Insiden mengerikan itu pun memicu penyelidikan otoritas penerbangan Eropa dan Amerika Serikat karena dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
Berikut sejumlah fakta mengenai insiden tersebut dikutip dari tvoemisto, Selasa (14/7/2026):
1. Terjadi Tak Lama Setelah Pesawat Lepas Landas
Insiden terjadi sesaat setelah pesawat lepas landas dari Bandara Thessaloniki. Saat berada di ketinggian sekitar lima kilometer, salah satu jendela kabin dilaporkan pecah sehingga memaksa pilot membatalkan penerbangan dan kembali melakukan pendaratan darurat.
2. Pesawat Berusia 18 Tahun
Pesawat yang mengalami insiden merupakan Boeing 737 berusia 18 tahun yang dioperasikan oleh Malta Air, anak perusahaan Ryanair. Saat kejadian, pesawat mengangkut sekitar 170 penumpang yang sedang dalam perjalanan menuju Memmingen, dekat Kota Munich, Jerman.
3. Diduga Berawal dari Kerusakan Mesin
Laporan awal menyebutkan kerusakan berasal dari mesin pesawat. Diduga ada bagian turbin yang terlepas saat mesin beroperasi, kemudian menghantam badan pesawat hingga memecahkan salah satu jendela kabin.
Video yang beredar di media sosial juga memperlihatkan adanya kerusakan cukup parah pada mesin, termasuk hilangnya salah satu bilah kipas dan lubang besar pada penutup mesin. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi resmi.
4. Penumpang Hampir Tersedot Keluar
Momen paling mengerikan terjadi ketika tekanan udara membuat seorang penumpang pria berusia 61 tahun asal Serbia hampir tersedot keluar melalui jendela yang pecah.
Tubuh korban sempat terangkat dari kursinya hingga bagian bahunya keluar dari pesawat. Korban selamat karena masih mengenakan sabuk pengaman, sementara istrinya bersama penumpang lain berusaha menahan tubuhnya agar tidak terlempar keluar.
5. Korban Mengalami Syok dan Luka Akibat Suhu Dingin
Setelah pesawat berhasil mendarat darurat, penumpang yang mengalami insiden tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit.
Korban dilaporkan mengalami syok serta luka akibat paparan udara bersuhu sangat rendah yang masuk ke dalam kabin ketika jendela pecah.
6. Otoritas Penerbangan Langsung Melakukan Investigasi
Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) bersama Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) langsung membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Investigasi difokuskan pada kemungkinan kegagalan mesin, kerusakan struktur pesawat, hingga aspek keselamatan operasional agar kejadian serupa tidak terulang.
Maskapai Ryanair mengonfirmasi bahwa penerbangan memang melakukan pendaratan darurat dan menyebut satu penumpang membutuhkan perawatan medis.
Namun hingga kini maskapai belum memberikan penjelasan lebih rinci mengenai penyebab insiden dan memilih menunggu hasil investigasi resmi dari otoritas penerbangan.

