Mabur.co – Timnas Norwegia boleh saja tersingkir dari ajang Piala Dunia 2026, usai ditaklukkan oleh Inggris di babak 8 besar dengan skor akhir 1-2 melalui babak extra time pada akhir pekan lalu.
Namun kenangan yang ditinggalkan Norwegia masih begitu membekas di seluruh dunia sampai hari ini, salah satunya adalah tarian khas yang begitu viral, yakni Viking Row.
Tarian ini bukan sekadar selebrasi atau nyanyian suporter biasa. Aksi ini adalah simbol persatuan, keberanian, dan warisan budaya maritim bangsa Viking, yang dihidupkan kembali oleh para pendukung Timnas Norwegia di perhelatan Piala Dunia kali ini.
Aksi ini awalnya digagas oleh seorang Ole Froystad, pemimpin kelompok suporter utama Timnas Norwegia. Gerakan mendayung perahu bersama ini diciptakannya pada Desember 2025 lalu, dan berkembang menjadi identitas kuat pendukung Norwegia hingga saat ini.
Gerakan ini dilakukan dengan cara duduk dan mengayunkan tangan secara serempak layaknya mendayung perahu Viking, diiringi teriakan kompak “Ro! Ro!” (Dayung! Dayung!). Ide ini terinspirasi langsung dari sejarah pelayaran dan kejayaan bangsa penjelajah Viking di masa lampau.
Entah kebetulan atau tidak, tarian ini sukses membawa Erling Haaland dan kawan-kawan melaju jauh hingga babak 8 besar, sebelum akhirnya dihentikan oleh Inggris.
Selebrasi ini pun mulai menarik perhatian banyak kalangan dari seluruh dunia, mulai dari politisi, sesama olahragawan, hingga masyarakat umum. Semuanya tertarik menirukan gerakan Viking Row ini, dalam keseharian mereka. .
Dilansir dari laman Rediff, Selasa (14/7/2026), berikut adalah beberapa pihak yang ikut menirukan selebrasi Viking Row di berbagai tempat.
Anggota Parlemen Norwegia

Presiden Parlemen Masud Gharahkhani tiba-tiba menghentikan sesi sidang parlemen, kemudian memimpin langsung aksi Viking Row di gedung sidang parlemen di Oslo, bersama para anggota dewan lainnya.
Suasana sidang yang biasanya penuh dengan ketegangan, tiba-tiba berubah menjadi penuh keceriaan. Semua orang pun menikmati gerakan tersebut dengan riang gembira.
Masyarakat Umum

Gerakan Viking Row tidak hanya dilakukan para suporter saat menyaksikan timnas Norwegia bertanding di stadion semata.
Mereka juga tetap melakukannya di beberapa sudut fasilitas publik, seperti alun-alun kota, luar Istana Kerajaan Oslo, eskalator, hingga di dalam dan luar area stadion di berbagai penjuru wilayah penyelenggaraan Piala Dunia.
Anak-anak dan Bocah Norwegia

Tren ini juga menjangkau kalangan anak-anak, yang antusias duduk dan berjajar menirukan gerakan mendayung tersebut secara serempak di sekitaran rumah mereka.
Marc Marquez Rayakan Kemenangan di MotoGP Jerman dengan Gerakan Viking Row

Pembalap MotoGP asal Spanyol, Marc Marquez, tak ketinggalan ikut menirukan selebrasi tarian yang satu ini.
Setelah berhasil meraih kemenangan di balapan MotoGP Jerman di sirkut Sachsenring pada Minggu (12/7/2026) lalu, pembalap asal Cervera ini merayakannya dengan melakukan tarian Viking Row bersama seluruh kru dan mekanik dari tim Ducati Lenovo di depan garasinya. Lengkap dengan tabuhan drum yang berasal dari tangki bensin Shell Advance, yang tersedia di dalam garasi timnya.
Sontak aksi Marc itu langsung mengundang perhatian seluruh awak media dan juga fotografer yang berada di sekitaran paddock, untuk mengabadikan momen langka tersebut.
***
Terkadang, sebuah legacy (warisan) yang ditinggalkan dari ajang sebesar Piala Dunia tidak selalu harus berasal dari pertandingan sepakbola.
Masih banyak hal unik lainnya yang bisa diwariskan dari ajang empat tahunan tersebut, sekalipun tim nasionalnya harus pulang lebih awal di ronde-ronde tertentu, dan seterusnya.
Karena pertandingan sepakbola hanya berlangsung selama 90 menit lebih, sementara legacy budaya yang dibawa dan diperkenalkan bisa terus bertahan hingga bertahun-tahun lamanya, sekaligus menjadi cerita tersendiri dalam sebuah turnamen akbar seperti Piala Dunia. (*)

