Ganas di Piala Dunia 2026, Erling Haaland Peduli Warisan Sejarah Norwegia

4 Min Read
Soccer player in a white jersey with arms raised in celebration on a filled stadium field.
Bintang Timnas Norwegia Erling Haaland (Foto: AFP)

Mabur.co – Penyerang Timnas Norwegia, Erling Haaland, tampil ganas di ajang Piala Dunia 2026 dan berhasil membawa negaranya melangkah ke babak 16 besar.

Ia menjadi pahlawan bagi Norwegia setelah sukses mencetak gol kemenangan saat melawan Pantai Gading 2 – 1 di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Selasa (30/6) atau Rabu dini hari WIB. 

Gol tersebut menjadi gol kelima Haaland dalam tiga pertandingan Piala Dunia 2026, yang sekaligus menempatkannya di posisi kedua daftar top skor sementara, hanya terpaut satu gol dari Lionel Messi dan Kylian Mbappe yang sama-sama telah mengoleksi enam gol.

Tak hanya tajam di Piala Dunia, Haaland juga mencatatkan rekor sebagai pemain yang selalu mencetak gol dalam 13 pertandingan beruntun bersama Timnas.

Dalam 13 laga tersebut, Haaland sukses mencetak 25 gol, sehingga secara keseluruhan ia telah mengoleksi 60 gol untuk Timnas Norwegia.

Peduli Pelestarian Sejarah dan Budaya

Nanun siapa sangka di balik keganasannya di depan gawang, penyerang Manchester City itu juga menunjukkan sisi lain yang jarang disorot, yakni kepeduliannya terhadap pelestarian sejarah dan budaya negaranya.

Dilansir Artnet.com, Kamis (2/7/2026), Haaland belum lama ini menjadi sorotan setelah melakukan aksi pelestarian sejarah bagi negaranya. 

Ia diketahui membeli sebuah manuskrip langka abad ke-16 yang berisi kisah-kisah Saga Viking dengan harga mencapai 1,3 juta krona Norwegia atau sekitar 134 ribu dolar Amerika Serikat (setara Rp2,4 miliar) yang menjadi rekor penjualan buku termahal di Norwegia.

Manuskrip buku yang dicetak pada 1594 itu merupakan terjemahan karya pejabat hukum abad ke-16 Mattis Størssøn atas kisah-kisah Snorri Sturluson, penyair dan sejarawan Islandia abad ke-13. 

Buku itu berisi daftar dan sejarah raja-raja Norwegia yang tak bisa dilepaskan dari mitologi Nordik serta perjalanan bangsa Viking yang merupakan asal-usul Haaland. 

Buku tersebut dibeli melalui rumah lelang SD Auction dari kolektor buku ternama Johan Fredrik Odfjell pada akhir 2025. 

Alih-alih menyimpannya sebagai koleksi pribadi, Haaland justru menghadiahkan manuskrip langka tersebut kepada Perpustakaan Bryne agar dapat diakses masyarakat.

“Saya ingin buku itu selalu terbuka agar orang-orang dapat membaca tentang mereka yang berasal dari tempat saya berasal, Bryne dan Jæren. Akan lebih mudah untuk merasa tertarik membaca ketika Anda dapat mengenali diri Anda sendiri dalam orang-orang dan tempat-tempat yang dituliskan,” ujar Haaland.

Pemerintah Kota Time sendiri menyambut baik hadiah tersebut sebagai salah satu bentuk investasi bagi generasi muda. Wali Kota Andreas Vollsund, menyebut hadiah itu memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal sejarah sekaligus menumbuhkan minat membaca.

Bagi Haaland, buku memiliki kekuatan yang sama besarnya dengan sepak bola dalam mengubah kehidupan seseorang.

“Saya beruntung bisa mewujudkan impian melalui sepak bola. Tidak semua orang mendapat kesempatan itu. Buku memberi lebih banyak orang kesempatan untuk bermimpi besar, melihat kemungkinan baru, dan menemukan jalan mereka sendiri,” katanya.

Di tengah sorotan dunia atas performanya di Piala Dunia 2026, aksi Haaland itu menunjukkan bahwa seorang bintang sepak bola tidak hanya dapat menginspirasi melalui prestasi di lapangan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sejarah, budaya, dan literasi bangsanya.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar