Mabur.co– Di wilayah Indonesia, berdiri sejumlah kerajaan dengan berbagai corak, mulai dari bernuansa kesukuan hingga bernuansa keagamaan. Kerajaan-kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja atau sultan. Mereka berkuasa sejak saat dinobatkan hingga mengundurkan diri atau meninggal dunia.
Setelah itu, raja akan digantikan oleh seorang penerus yang umumnya putra laki-laki tertua dari sang raja. Di kalangan masyarakat, raja-raja ini memiliki keistimewaan yang seakan menjadi hak melekat pada mereka.
Keraton Yogyakarta tidak hanya sekadar memperkenalkan budaya dan sejarahnya, namun juga lekat akan kulinernya. Di balik Keraton Yogyakarta yang sangat dijaga tradisinya secara turun-menurun, tersimpan pula beragam hidangan yang menjadi favorit sang raja.
Hal itu tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk mencari tahu dan mencicipi hidangan tersebut. Apalagi hidangan favorit para raja ini juga dapat dijumpai di resto terdekat di kawasan Yogyakarta.
Dilansir dari sumber resmi Dinas Kebudayaan DIY, berikut ini hidangan favorit para raja keraton yang dapat kamu cicipi.
Urip-urip Gulung
Urip-urip gulung ini merupakan hidangan lele gulung yang dipangga dan merupakan hidangan favorit Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Olahan ini terbuat dari ikan lele fillet yang digulung, digoreng, lalu disajikan dengan saus mangut yang mirip dengan gulai pedas gurih dan disajikan bersama nasi.
Prawan Kenes
Prawan Kenes merupakan sebuah hidangan manis dari buah pisang yang menjadi hidangan favorit Sri Sultan Hamengku Buwono VIII dan IX. Olahan ini terbuat dari pisang kepok atau pisang raja yang dibelah, dijepit dengan bilah bambu, dilumuri santan kental (areh), lalu dibakar hingga matang. Nama Prawan Kenes sendiri yang berarti “perawan genit” atau “gadis lincah” sesuai teksturnya yang lembut dan manis.
Bebek Suwar Suwir
Bebek Suwar Suwir merupakan sebuah hidangan bebek khas Keraton Yogyakarta yang istimewa, dinamai dari istilah Belanda “zwaart zuur” (asam manis) dan teknik memasak “suwar-suwir” (mencincang atau menyuwir halus). Hidangan ini dimasak dengan cara memasak daging bebek dimasak hingga empuk lalu disuwir kecil-kecil dan disajikan dengan saus kedondong atau nanas, menciptakan rasa manis, asam, dan gurih yang disukai Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Selat Usar
Selat Usar adalah makanan tradisional dari Yogyakarta atau Kraton Yogyakarta. Hidangan ini biasanya dianggap sebagai versi Jawa dari salad dan disajikan sebagai makanan pendamping pertama. Bahan-bahan yang digunakan terdiri dari sayuran dan telur, serta diberi saus khas yang memiliki rasa manis, asam, dan sedikit gurih. Hidangan ini merupakan hidangan favorit Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Dhahar Pandan Wangi
Dhahar pandan wangi adalah makanan khas dari Jawa khususnya Yogyakarta yang berupa nasi dimasak dengan air perasan daun pandan, sehingga nasi berwarna hijau dan memiliki aroma wangi khas pandan. Masakan ini biasanya disajikan secara sederhana dengan lauk seperti telur, ayam, dan sayuran segar. Makanan ini merupakan favorit dari Sri Sultan Hamengku Buwono VII. ***



