Tak Dapat Siswa Baru, Ruang Kelas 1 SD Negeri Pendem Kulon Progo Kosong

3 Min Read
An empty classroom with wooden desks and chairs, shelves along the back wall, and windows letting in light.
Ruang kelas SDN Pendem, Sidomulyo, Pengasih, Kulon Progo, kosong setelah tidak mendapatkan satu pun murid baru. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Fenomena kekurangan jumlah siswa kembali terjadi di Kabupaten Kulon Progo. Sejumlah sekolah dasar negeri di Kabupaten Binangun diketahui tidak mendapatkan siswa baru di tahun ajaran 2026/2027 ini.

Hal itu salah satunya terjadi di SD Negeri Pendem, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo. Jika sekolah lain sibuk menyambut peserta didik baru, SD Negeri Pendem justru tidak menerima satu pun siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Ruang Kelas 1 Kosong

Akibatnya, ruang kelas 1 di sekolah tersebut kosong dan tak terisi. Kondisi ini terjadi setelah sembilan siswa kelas 6 lulus pada akhir tahun ajaran lalu, tanpa ada murid baru yang menggantikan.

Guru SD Negeri Pendem, Nugraheni Werdyaningsih, mengatakan minimnya jumlah anak usia sekolah dasar di wilayah sekitar menjadi penyebab utama tidak adanya pendaftar tahun ini. 

Selain itu, keberadaan sejumlah sekolah dasar lain yang letaknya berdekatan membuat calon peserta didik terbagi ke beberapa sekolah.

“Memang jumlah anak usia sekolah di wilayah sekitar semakin sedikit. Ditambah lagi jarak antar-sekolah sangat dekat, sehingga calon siswa tersebar ke sekolah-sekolah lain,” ujarnya.

Menurut Nugraheni, penurunan jumlah siswa sebenarnya sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. 

Large outdoor signboard for SD Negeri Pendem school with Indonesian text and logos, surrounded by plants and a building in the background.
SD Negeri Pendem Sidomulyo, Pengasih, Kulon Progo. (Foto: JH Kusmargana)

Pada penerimaan tahun lalu, SD Negeri Pendem hanya memperoleh dua siswa baru. Sementara pada tahun ini, sekolah sama sekali tidak menerima pendaftar.

Saat ini SD Negeri Pendem hanya memiliki sekitar 50 siswa yang tersebar di kelas 2 hingga kelas 6.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada proses pembelajaran, tetapi juga berpengaruh terhadap anggaran operasional sekolah. Sebab, besaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dihitung berdasarkan jumlah peserta didik.

Dengan berkurangnya jumlah siswa, dana BOS yang diterima sekolah juga ikut menurun. Padahal anggaran tersebut digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan operasional, mulai dari pembayaran listrik, pengadaan alat tulis dan buku, honor tenaga ekstrakurikuler non-ASN, hingga pemeliharaan gedung dan fasilitas sekolah.

Selain persoalan anggaran, minimnya jumlah siswa juga dikhawatirkan berdampak pada pemenuhan beban mengajar guru yang telah memiliki sertifikasi.

Menunggu Solusi

Sekolah kini masih menunggu kebijakan dari Dinas Pendidikan terkait solusi yang akan ditempuh, termasuk kemungkinan penambahan jam mengajar di sekolah lain atau penugasan mata pelajaran berbeda bagi guru.

Meski menghadapi tantangan tersebut, kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Pendem tetap berlangsung seperti biasa. 

Pihak sekolah berharap jumlah anak usia sekolah di wilayah sekitar kembali meningkat sehingga sekolah dapat menerima siswa baru pada tahun ajaran berikutnya.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar