Mabur.co – Tanggal 20 Juli 2026 merupakan hari jadi Kabupaten Bantul ke-195, terletak di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Tema yang diusung dalam perayaan HUT tahun ini adalah Dharmaning Satriya Akarya Raharjaning Nagari berarti kewajiban atau pengabdian seorang ksatria (rakyat) agar selalu berkarya mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran negara/daerah (Bantul).
Di sisi lain, salah satu aspek yang cukup erat dengan Kabupaten Bantul adalah soal pelestarian budaya di mana Bantul merupakan salah satu pilar penyangga kebudayaan di provinsi DIY.
Akan tetapi, aktivitas pelestarian ini bukannya tidak menghadapi tantangan sama sekali. Masih banyak persoalan yang turut menghambat terciptanya aktivitas pelestarian seni budaya yang sesuai dengan harapan semua pihak.
Menurut salah satu budayawan di Bantul, Tedi Kusyairi, masalah utama kegiatan seni budaya di Bantul saat ini terletak di sisi pewarisan (legacy).

Di mana transisi atau peralihan dari piranti konvensional (menyelenggarakan acara/pentas off air di berbagai tempat) sering diadakan oleh para budayawan senior, kini lebih banyak diteruskan secara mandiri (mengandalkan modal sendiri) dalam piranti yang serba digital pada era saat ini (misalnya berupa live streaming di YouTube dan lain-lain).
Kedepankan Patembayatan
Selain itu, kegiatan pelestarian seni budaya di masa kini dianggap kurang memiliki aspek patembayatan (gotong royong), yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Bantul dalam menyelenggarakan setiap event seni budaya.
“Perlu pewarisan antara tokoh senior kepada anak-anak muda, untuk bisa meningkatkan value dan mewariskan nilai budaya yang ada di Kabupaten Bantul, yang juga menyangkut tentang aspek kemandirian (dalam menyelenggarakan event seni budaya),” ujar Tedi Kusyairi, penerima Anugerah Kebudayaan Bantul tiga tahun silam, saat dihubungi mabur.co, Senin (20/7/2026).
Di sisi lain, Tedi juga turut mengimbau pemerintah agar bersedia memfasilitasi segenap rakyatnya (yang bergerak di bidang seni budaya) agar tercipta kemandirian dalam menyelenggarakan setiap kegiatan seni budaya di wilayahnya masing-masing, atau yang diselenggarakan oleh dinas-dinas terkait.
“Sehingga ke depan (pegiat seni budaya di Bantul) tidak hanya sekadar membuat kegiatan lalu selesai begitu saja (tanpa makna apa-apa). Tapi bagaimana agar muncul keberlanjutan dari setiap kegiatan tersebut. Termasuk dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh dinas-dinas terkait, agar ikut menyumbangkan aspek modalitas, tak mesti berbentuk uang atau barang, tapi juga bisa dalam bentuk SDM yang berkualitas, dan sebagainya,” tambah Tedi.
Tak lupa Tedi juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kabupaten Bantul yang ke-195. Ia pun berharap agar di usianya yang sebentar lagi menginjak dua abad ini, Bantul bisa menjadi wilayah yang semakin maju, berdaya, mandiri, dan juga berkualitas. (*)
