Nobar dan Diskusi Film ‘Mooi Banjoemas’ Tutup Rangkaian Pameran Babad Sokaraja di MDTL

3 Min Read
Four men sit on black outdoor furniture around a coffee table in a garden, one holding a microphone.
Ugo Untoro (memegang mikropon) bercerita tentang pengalamannya melukis keindahan alam di wilayah Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. (Foto: Azka Qintory)

Mabur.co – Pameran bertajuk “Babad Sokaraja” yang telah berlangsung selama satu bulan penuh, tepatnya pada 20 Juni hingga 20 Juli 2026, menghadirkan sejumlah cerita tersendiri bagi banyak orang.

Lukisan demi lukisan yang terpampang di Museum dan Tanah Liat (MDTL), Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul tersebut telah mampu memotret keindahan alam daerah Sokaraja, salah satu kecamatan di Banyumas, Jawa Tengah, yang bernilai historis cukup penting dan sarat akan makna filosofis.

Sejumlah lukisan dalam pameran itu pun berhasil terjual dengan nilai yang cukup menjanjikan.

Menutup rangkaian pameran, pihak panitia pun menghadirkan sesi nonton bareng (nobar) dan juga diskusi film dokumenter berjudul Mooi Banjoemas karya Produser Wasis Wardhana, yang juga menjadi semacam proses behind the scene dari keseluruhan pameran tersebut.

Sesi nobar dan diskusi pun dilaksanakan tepat di hari penutupan, yang dilangsungkan di halaman depan MDTL, Senin (20/7/2026).

Penghormatan kepada Pelukis Sokaraja Masa Lampau

Ugo Untoro, seniman dan sekaligus pemilik pameran “Babad Sokaraja” mengatakan bahwa pameran tersebut merupakan wujud apresiasi terhadap para pelukis Sokaraja di masa lampau, sekaligus sebagai penghormatan atas sumbangsihnya terhadap wilayah Sokaraja sejak lama.

“Bagi saya, ini (pameran Babad Sokaraja) merupakan rasa hormat saya, istilahnya membalas budi kepada para pelukis Sokaraja. Karena secara tidak langsung, mereka telah mendorong saya untuk menjadi pelukis. Jadi ada semacam jasa, yang mungkin tidak disadari oleh mereka (para pelukis Sokaraja), tapi buat saya, mereka sangat berjasa sekali,” ucap Ugo Untoro, saat ditemui di MDTL, di sela acara nobar film.

Memperkenalkan Keindahan Alam Sokaraja

Two framed paintings on a white gallery wall; left image shows a forest path with people walking, right image shows a rural dirt road with a wagon drawn by oxen.
Salah satu lukisan keindahan alam Sokaraja yang dipamerkan dalam Pameran “Babad Sokaraja” di MDTL (Foto: Azka Qintory)

Meskipun pameran dan film dokumenter ini bercerita tentang Sokaraja yang berada di Kabupaten Banyumas, namun pelaksanaan pameran ini tetap dilaksanakan di Yogyakarta.

Hal ini disebabkan karena Ugo dan kawan-kawan ingin memperkenalkan Sokaraja dan Banyumas ke daerah-daerah lain, terutama yang memiliki cita rasa seni yang cukup tinggi, salah satunya di Yogyakarta.

“Kita mencoba, di samping mengenalkan (Sokaraja) ke daerah yang lebih luas, kita juga kebetulan punya space di Yogya ini. Atau kalau di daerah lain misalnya saya juga punya tempat, mungkin akan saya pamerkan juga di sana,” tambah Ugo.

Ugo pun berharap, hadirnya pameran sekaligus nobar dan diskusi tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi para generasi muda, untuk terus merawat keindahan alam di Sokaraja, sekaligus merawat keindahan lukisannya, dan konsisten memotret setiap peristiwa yang terjadi di sana. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar