Mabur.co – Suling bregada adalah seruling khusus yang dimainkan dalam musik keprajuritan tradisional Keraton Yogyakarta.
Di tengah barisan bregada yang berjalan gagah dalam berbagai kirab budaya, suara suling terdengar sangat unik dan sangat khas.
Di balik lantunan unik dan khas itu terdapat keahlian yang tidak semua anggota bregada mampu melakukannya.
Salah satu peniup suling bregada, Kurniawan Wahyu Pamungkas, mengatakan, meniup suling adalah keterampilan yang bukan baru dipelajari ketika dewasa. Ia sudah mengenal dan mampu memainkan suling sejak kecil, saat dirinya SD.
“Kalau saya belajar nyuling itu dari kecil, sudah bisa nyuling,” ujarnya, Jumat (11/9/2026).
Karakter Khusus Instrumen Suling Bregada
Kurniawan mengatakan, keahliannya kemudian semakin berguna ketika ia terlibat dalam bregada. Sebab, suling yang digunakan dalam bregada bukanlah sekadar suling biasa.
“Ada karakteristik khusus pada instrumen tersebut, terutama berkaitan dengan ukuran dan diameter lubang suling. Hal itu membuat suling bregada memiliki karakter suara yang berbeda dibandingkan suling pada umumnya. Kalau untuk bregada itu sulingnya suling khusus, ada petunjuk dari keraton dan masing-masing bregada kadang beda sulingnya,” katanya.
Kurniawan, menuturkan, suling pada umumnya memiliki enam lubang. Namun ukuran diameter lubang menjadi salah satu unsur yang menentukan karakter suara yang dihasilkan.
“Kalau suling biasa itu biasanya tetap enam. Nanti diameter besar kecilnya itu yang membedakan,” jelasnya.
Kurniawan mengatakan pula, keunikan itulah yang membuat posisi peniup suling dalam sebuah bregada tidak bisa begitu saja digantikan oleh sembarang orang.
“Selain harus memiliki alat yang sesuai, seorang peniup juga dituntut mampu menghasilkan permainan suling yang menyatu dengan irama bregada,” ucapnya.
